Wow…Atlet Wushu Banten Bakal Berlaga di Kejuaraan Tinju Dunia

Wushu Banten
Maxi Nahak (kanan) rutin berlatih di kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY), Kota Serang, untuk menghadapi laga tinju dunia. (Foto: Banten Raya)

SERANG – Maxi Nahak, atlet wushu Banten nomor sansou (tarung), akan berlaga pada kejuaraan tinju dunia untuk partai tambahan Daud Jordan versus Yoshitaka Kato, Jepang, di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (5/2/2016). Pada ajang tersebut, Maxi akan berhadapan dengan petinju dari DKI Jakarta Michael Speed Sigarlagi.

Ditemui di sela-sela latihannya di kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri, Kota Serang, Selasa (12/1/2016) sore, Maxi mengaku tak khawatir dan siap tempur menghadapi partai berat tersebut. Maxi sudah mengetahui karakter permainan calon lawannya tersebut. “Saya sudah dua kali bertemu dengan Michael. Dari dua kali pertemuan itu, saya berhasil menang angka,” ujar Maxi, kemarin.

Meski begitu, lanjut atlet wushu PON Banten ini, dirinya enggan sesumbar menatap pertandingan tersebut. Ia optimistis, partai tersebut bakal dijadikan sebagai partai ajang untuk revenge (balas dendam). “Pasti Michael akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Apalagi, mainnya kan di Jakarta. Pasti dia akan tampil lebih habis-habisan untuk memperbaiki rekor pertemuan dengan saya,” ungkap dia.

Ia pun mengakui calon lawannya tersebut tidak mudah dikalahkan, lantaran memiliki kekuatan pada uppercut. “Uppercut Michael bagus. Tapi untuk pukulan straight-nya saya siap untuk mengatasinya,” yakinnya.

Agar kemampuannya terus semakin matang, Maxi Nahak terus menggeber persiapan fisik dan tekniknya. Pantauan di lokasi latihan, Maxi terus mematangkan teknik pukulan pet. Latihan itu untuk mengasah kemampuan pukulannya. “Saya juga melakukan joging di Gunung Pinang setiap pagi dan sore supaya otot-otot kaki dan tangan saya semakin kuat,” imbuh Maxi.

Sementara itu, Manajer Wushu PON Banten Dimas Septian menuturkan, pihaknya sangat mendukung atletnya berlaga pada kejuaraan tinju dunia, meskipun hanya partai tambahan. “Kami senang atlet Maxi berkesempatan berlaga di kejuaraan itu. Menurut kami, itu sangat bagus untuk menambah pengalaman tanding di nomor sansou agar bisa maksimal di berbagai kejuaraan nasional. Tinju dan wushu ada kemiripan, yakni sama-sama menerapkan pukulan. Apalagi, Maxi basic-nya kan dari tinju juga, dan salah satu atlet wushu yang akan ikut PON di kelas 70 kilogram,” kata Dimas. (RB/brp/air/dwi)