(ki-ka ) VP Project Loon, Michael Cassidy, Presiden Direktur Indosat, Alex Rusli ,Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, Pendiri Google, Sergey Brin dan Presiden Direktur Telkomsel, Ririek dalam acara penandatanganan kesepakatan uji coba Project Loon di Indonesia, Mountain View, California, United State

PT XL Axiata Tbk (XL) berkomitmen untuk terus mendukung memajukan Indonesia melalui penggunaan layanan internet dan digital. Dalam hal ini, salah satu tantangan besar yang dihadapi XL adalah dalam menjangkau wilayah terpencil Indonesia yang merupakan kepulauan dan selama ini menghambat penetrasi layanan telekomunikasi.

Oleh sebab itu XL menyambut baik inisiatif kerjasama dengan Google, salah satu perusahaan Teknologi Informasi terbesar di dunia, dalam Project Loon. Disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Presiden Direktur XL, Dian Siswarini dan Vice Presiden Project Loon – Google, Mike Cassidy, menandatangani nota kesepahaman di Mountain View, California, Amerika Serikat, pekan kemarin.

Dian Siswarini mengatakan, “Akses informasi menjadi salah satu kunci kemajuan di era digital saat ini. Karena itu, layanan Internet yang memadai menjadi kebutuhan urgen bagi kita untuk bisa mempercepat pembangunan dan perekonomian di daerah-daerah terpencil. XL melihat kesempatan untuk bisa mengatasi hambatan geografis wilayah Indonesia melalui Project Loon. Untuk itu kami menyambut baik kerjasama untuk uji coba ini.”

Michael Cassidy mengatakan, “Kami menyambut dengan gembira kerjasama dengan XL Axiata untuk memulai pengujian proyek balon internet di Indonesia. Uji coba ini merupakan langkah penting menuju membawa Indonesia menjadi lebih online, dan bersama-sama, kami berharap dapat menjangkau puluhan juta orang-orang yang saat ini tidak memiliki akses ke jaringan internet. ”

Project Loon merupakan program yang digagas oleh Google Inc. di mana teknologi yang diusung bertujuan untuk menyebarkan koneksi internet di daerah-daerah terpencil yang tak terjangkau oleh koneksi internet kabel maupun sinyal dari operator selular. Project Loon menggunakan balon udara bertenaga matahari yang akan mengudara di ketinggian sekitar 20 km di atas permukaan laut yang befungsi layaknya menara pemancar. XL akan melakukan integrasikan dengan Project Loon melalui 4G LTE di frekuensi 900 Mhz.

Dian menambahkan bahwa teknologi pada Project Loon merupakan alternatif yang sangat efisien secara ekonomi dan operasional, mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan jumlah penduduk yang sangat besar namun tidak merata. Layanan ini dapat menjadi solusi dalam pemerataan koneksi internet ke wilayah terpencil di seluruh Nusantara.

Masa percobaan Project Loon direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2016, dan pelaksanaan komersialisasi akan memakan waktu 2-3 tahun setelahnya. Dian menandaskan bahwa XL belum mengambil keputusan atau kesepakatan apapun untuk pengembangan layanan komersial atas proyek uji coba ini. Namun, XL tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya lebih lanjut.

Ke depannya XL akan melanjutkan diskusi lebih lanjut pihak Google. untuk mempelajari proyek uji coba lebih dalam, baik secara teknis maupun komersial. Teknologi yang ditawarkan ini akan lebih sesuai untuk diterapkan di luar Jawa di mana banyak area masih belum terlayani internet secara maksimal oleh semua operator.

XL akan terus konsisten mengembangkan teknologisnya untuk dapat menjangkau lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, yang saat ini belum dapat terkoneksi dengan layanan internet. Melalui masa percobaan Project Loon, XL akan menghadirkan dan memberikan pelayanan yang terbaik serta memasyarakatkan layanan digital di Indonesia. Wujud kerjasama pada masa percobaan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pemerintah Republik Indonesia.

Teknologi yang ditawarkan pada Project Loon akan bisa mendukung visi XL dalam menyiapkan masyarakat menuju era digital. Melalui implementasi akses internet cepat dan inovasi berbagai layanan data, XL mencoba menunjukkann sekaligus mengedukasi masyarakat atas manfaat besar layanan digital dalam mendukung peningkatan produktivitas. Dari program ini kemudian lahir berbagai layanan data inovatif seperti mFish untuk membantu nelayan, yang telah dipresentasikan di depan Presiden RI, Joko Widodo dan mendapat dukungan pemerintah untuk pengembangan lebih lanjut.

Berorientasi kepada kebutuhan pelanggan dan masyarakat juga menjadi pijakan XL saat pertama kali meluncurkan layanan pembayaran secara elektronik XL Tunai, dan belum lama berselang meluncurkan layanan untuk kaum perempuan “Sisternet”. XL kini terus mengembangkan sejumlah aplikasi inovatif bekerja dengan sejumlah pemerintah daerah dalam bingkai program XmartCity dan XmartVillage untuk menjawab problema sosial yang dihadapai masyarakat di masing-masing daerah, sekaligus mendukung implementasi e-government. (rls/rbc)