JAKARTA – Program Yuk Keep Smile (YKS) resmi berhenti tayang sejak hari Jumat (27/6/2014) karena salah satu adegan dianggap sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang penghinaan atau merendahkan martabat manusia.

Yaitu, saat Caesar dihipnotis dan mengibaratkan anjing sebagai alm. Benyamin S. Sanksi dari KPAI itu berlaku mulai Sabtu (28/6/2014) sampai 1 Agustus mendatang. Namun, kemarin malam, semua pemain YKS kembali syuting dalam acara yang diberi judul ‘Islah: Jakarte Punye Cerite’.

Didukung oleh beberapa bintang tamu Mpok Atiek, Chika Waode, cara tersebut dikonsep mirip dengan lenong yang menampilkan beberapa kebudayaan betawi. Bahkan mereka syuting di tempat almarhum Benyamin S, Bens Radio, bersama keluarga alhmarhum.

Caesar sebagai maskot YKS mengaku sedih dan terpukul karena acara yang melambungkan namanya itu harus dihentikan. Dia merasa seperti keluarga sendiri dengan semua pemain maupun kru YKS yang berusia hampir setahun itu. Tapi dia memaklumi kebijakan yang sudah dibuat dan berharap agar bisa membuat masyarakat mendapat tontonan yang lebih baik.

“Perasaan sangat sedih apalagi kumpul teman sudah menyatu. Nggak ada jogetan lagi. Ini suatu hal yang Allah udah mengatur sedemikian rupa. Kita bisa jadikan sesuatu supaya masyarakat lebih bagus lagi. Insya Allah ada lagi nanti,” ujar Caecar ditemui di sela-sela syuting di Studio 1 Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta.

Menurut Media Relations Trans TV, Pristie Aprilla, para pemain YKS tidak akan kehilangan job saat Ramadan. Mereka akan bermain di Sahurnya Ramadan. Tapi acara tersebut dikemas secara berbeda, tidak akan mengulang konsep YKS. Caesar mengatakan, mungkin akan ada tarian lagi, tapi tidak seheboh saat di YKS.

Sejak beberapa hari lalu, pihak Trans TV sudah meminta maaf kepada keluarga alm. Benyamin S. atas kesalah pahaman yang terjadi. Keluarga alm. Benyamin S. juga sudah memaafkan, apalagi momen yang tepat menjelang ramadhan. Acara ‘Islah: Jakarte Punye Cerita’ pun dipersembahkan untuk mengenang alm. Benyamin S, sekaligus untuk mengangkat kembali kebudayaan Betawi yang sudah banyak di lupakan orang.

“Kami berikhtiar untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga Bang Benyamin. Beliau adalah seorang tokoh, seniman, yang sangat dihargai di Indonesia. Kemarin kami sudah silaturahmi dan mengadakan islah di kediaman keluarga Bang Ben di Bens Radio,” tutur Omesh. (JPNN)