YS Institute, Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Data

SERANG – Data seringkali masih dipandang sebelah mata dalam perumusan kebijakan pembangunan. Karenanya, tak jarang mencuat permasalahan kebijakan dari ketidakvalidan data yang digunakan dalam perumusan tersebut.
Melihat persoalan tersebut, Yuwana Skripta (YS) Institute yang akan dilaunching pada Kamis (27/4) mendorong setiap kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah harus berbasis data. “Saya kira soal data itu bukan masalah yang sederhana. Karena dari sini rumusan masalah dan perencanaan pembangunan akan dimulai,” kata Direktur YS Institute, Ail Muldi di sela-sela persiapan launcing di Kawasan Highland Park, Kota Serang Baru, Rabu (26/4)
Mewadai potensi anak-anak muda kelas menengah di Banten, YS Institute bergerak pada bidang riset, kajian dan pemberdayaan masyarakat. “Kami meyakini kemajuan bangsa tidak lepas dari semangat kaum muda yang hadir secara sadar dan kritis mengaktualisasikan potensinya sekaligus ikut berpatisipasi kritis mendorong pembangunan,” kata Ail.
Dosen muda Untirta Banten ini mengatakan, partisipasi tersebut tidak hanya sekadar ikut secara fisik. Namun, harus ditopang melalui pengkajian data yang sudah divalidasi melalui riset akademis. “Dorongan ini yang kami maksud sebagai kesadaran kritis untuk sama mendorong kemajuan,” katanya.
Menurutnya, kajian tersebut selanjutnya direalisasikan dengan jalan melakulan pemberdayaan masyarakat secata nyata. Sehingga, data yang ada memiliki nilai guna dan kebermanfaatan dalam perencanaan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Manager Program YS Institute Panji Bahari Noor R menambahkan, rangkaian launching akan diisi dengan orasi ilmiah, pemaparan hasil riset awal yang dilakulan peneliti YS Institute. Yakni, hasil riset transparasi dana Bantuan Operasional Sekolah, tingkat kepuasan ruang terbuka non hijau di Ibukota Banten, dan Potensi Lanskap Ekowisata Ujung Kulon. “Kami berharap paparan ini menjadi cikal pengembangan riset selanjutnya,” kata Panji.
Selain itu, launching juga akan dilakukan penyematan masyarakat wiraniaga, dan pelatihan rias pengantin pada perempuan tidak mampu binaan YS Institute. “Terakhir kita juga akan melaunching website dan bedah buku yang diterbitkan oleh lembaga kami,” ujar Panji. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)