Zaki Ikuti Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi Wilayah Banten

0
1.015 views

TANGERANG – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengikuti rapat koordinasi (rakor) pencegahan korupsi terintegrasi di Banten bersama Korsupgah KPK, BPKP, dan Kejati Banten di Aula Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (18/8/20).

Zaki mengatakan bahwa kehadiran dirinya dalam rangka mengikuti rakor terkait permasalahan pencegahan korupsi di Banten. “Saya harap rakor ini bisa semakin menguatkan kita dalam hal pencegahan dan penanganan korupsi di Banten khususnya di Kabupaten Tangerang,” katanya seperti rilis yang diterima Radar Banten, Selasa (18/8).

Zaki turut serta dalam penandatanganan Perkada Pendidikan Anti Korupsi oleh seluruh kepala daerah di Provinsi Banten.

Sementara Gubernur Wahidin Halim mengatakan, Pemprov berkomitmen sejak awal dalam pemberantasan korupsi karena pertanggungjawabannya bukan hanya kepada rakyat tetapi juga kepada Allah SWT. “Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini jangan sampai ada niatan sedikitpun untuk coba-coba melakukan tindak pidana korupsi, karena Presiden sudah mewanti-wanti,” Katanya.

Deputi Pencegahan Korupsi KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan secara khusus bulan Desember lalu KPK memberi penghargaan atas capaian yang signifikan tentang pengelolaan pemerintah. Semula Banten ini sangat rendah dan akhirnya bisa berubah dengan sangat signifikan sehingga patut diberikan apresiasi dari KPK.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar nantinya suatu daerah mendapatkan insentif dari pusat apabila suatu daerah monitoring control for prevention (MCP) KPK-nya sudah baik dan diatas rata-rata nasional,” kata Pahala melalui sambungan virtual zoom.

Daerah-daerah yang sudah tinggi skor MCP merupakan kebanggaan tersendiri karena akan diumumkan bahwa daerah tersebut serius komitmen memajukan tata kelola di daerahnya. Terkait dengan itu, Pahala juga mengingatkan bahwa di jajaran pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota di Banten terkait LHKPN sudah mencapai 100%. “Ini merupakan capaian yang baik karena agak jarang 1 provinsi lengkap LHKPN nya,” katanya. (alt)