ZTE Luncurkan Blade S7 untuk Penggemar Selfie

ZTE
ZTE Blade S7 (youtube.com)

JAKARTA ZTE kembali meluncurkan Blade S7 yang diklaim sebagai smartphone selfie terbaiknya hingga saat ini. Smartphone itu dianggap sangat cocok untuk konsumen yang gemar selfie.

Sebab, smartphone itu punya desain elegan dan sejumlah fitur premium seperti kamera depan 13MP PDAF dan kamera belakang 13MP Laser Auto Focus, dilengkapi dengan sensor mata dan sidik jari yang pertama di kelas tiga juta-an.

“ZTE secara konsisten mendengarkan konsumennya, dan kami meluncurkan Blade S7 yang merupakan smartphone premium affordable terbaru dari seri Blade, yang akan membawa penggunanya ke tingkat pengalaman ber-selfie yang lebih menyenangkan,” ujar Eric Chen, Managing Director PT. ZTE Indonesia, Mobile Device Group di Jakarta, Rabu (17/2/2016) seperti dilansir laman jpnn.com.

Smartphone sempurna untuk pecinta selfie, Blade S7 menghadirkan kamera depan 13 megapixel dengan Phase Detection Auto Focus (PDAF) dan flash depan. Selain itu, dilengkapi dengan mode panorama dan 14 mode beautification.

Tak hanya itu, ada juga kamera belakang 13 megapixel Laser Auto Focus untuk pengambilan gambar secara cepat dan akurat pada kondisi cahaya redup, dilengkapi dengan mode profesional dan auto shooting, juga selective focus.

Blade S7 telah menggunakan layar 5 inci (1920×1080) Full HD dengan Super Retina 445 PPI, dan sudut pandang lebar 178 derajat. Dengan balutan frame aluminum alloy dan bezel tipis, Blade S7 menawarkan rasio layar dan bodi 72.1 persen.

Dan dilindungi dengan permukaan 2.5D berbahan Gorilla Glass 3 pada kedua sisi depan dan belakang bodi, Blade S7 hadir dengan desain yang premium dan elegan. Blade S7 hanya memiliki ketebalan 7.2mm dan lebar 67mm, menjadikannya cocok untuk penggunaan dengan satu tangan.

“ZTE merupakan salah satu merek smartphone yang telah mendapatkan respon positif di masyarakat. Menghadirkan beragam produk bagi konsumen merupakan salah satu strategi memenangkan pasar. Untuk itu, dalam bekerja sama dengan berbagai merek, ada berbagai hal yang kami pertimbangkan. Pertama, merek tersebut memiliki citra yang positif di masyarakat Indonesia. Kedua, produk tersebut hadir dengan kegunaan dan fitur yang sesuai dengan kebiasaan pengguna smartphone di Indonesia. Dan yang tidak kalah penting adalah harga yang sesuai dengan daya beli konsumen di Indonesia. Ini merupakan tiga hal utama untuk kerja sama yang sukses.” beber Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer, Lazada Indonesia. (esy/jpnn)