Banyak cara untuk bahagia. Antara lain dengan berolahraga senam zumba. Populer pada 2003 di Amerika dan dibawa ke Indonesia pada 2009, zumba masih populer bahkan diminati hingga saat ini.

    Jenis kelas senam dengan gerakan dan musik yang berakar dari tradisi Latin ini digandrungi kalangan wanita. Meskipun penciptanya adalah seorang pria, yakni instruktur aerobik dari Columbia, Alberto ‘Berto’ Perez pada 1990.

    Awalnya Berto lupa membawa kaset ketika hendak mengajar senam, kemudian ia mengakalinya dengan menggunakan musik upbeat yang disimpan dalam mobil. Tarian fitness tersebut akhirnya dikenal dengan nama Zumba.

    Sekadar tahu, nama zumba diambil istilah dari kata zum-zum yang dalam bahasa Kolumbia berarti gerakan cepat. Karena merupakan gabungan musik dan tarian latin dengan step aerobik maka gerakan-gerakan yang dilakukan merupakan gabungan gaya dari tarian samba, cumbia, merengue, salsa, reggae, hip-hop, mambo, rumba, flamenco, dan calypso. Oleh karenanya gerakan yang tercipta terasa lebih fun.

    “Ada kepuasan dan bikin happy. Bikin awet muda, berkeringat, tiap hari bersemengat,” jelas Siti Kholipah, wanita yang aktif berzumba ria dan bergabung di Z Force, pencinta zumba di Serang.

    “Sekarang aku tuh enggak ngajar (zumba-red). Dulu ngajar karena keterbatasan waktu kerja, enggak bisa full di sanggar. Sekarang sih ikut zumba yang penting happy, bisa berkeringat,” jelas wanita yang akrab disapa Lipeh ini.

    Perempuan yang awalnya bekerja di Dinas Kesehatan dan kini di Setda Kota Serang ini menekuni zumba sejak zaman kuliah. Terbiasa di cheerleader saat SMA, membuatnya menyukai zumba karena banyak variasi dan tidak monoton. “Bikin happy, musik musiknya bikin kita fresh atau fun. Aku kenal zumba dari teman, namanya Edo sejak 2012 lalu,” terang Lipeh yang biasa mengikuti zumba di Autobridal Serang ini.

BIKIN SENANG   

Sementara Edward SSI, atau kerap dipanggil Edo mengaku mengenalkan zumba di Serang pada 2012 saat senam ini juga booming di Bandung. “Tahun 2012 saya datang ke Serang. Tadinya kerja di asuransi. Karena enggak jalan, akhirnya saya banting setir jadi pelatih senam karena saya sekolah olahraga,” jelas pelatih senam sejak masih kuliah ini.

    Saat mengenalkan zumba di Serang, tanggapan masyarakat sangat positif. “Pertama, ngajar di Celebrity Fitness sampai sekarang. Lalu berkembang, saya ngajar juga di Autobridal, Cipocokjaya, dan terus nambah lagi di Diva Ciceri. Terakhir ngajar di Perumahan Taman Mutiara dan All Star Gym Cinanggung,” jelas Kang Edo yang dihubungi setelah selesai mengajar senam, Jumat (11/1) malam.

    Edo membenarkan bahwa zumba bikin orang senang. “Karena dari musiknya mengajak untuk bergoyang, bebas harus gimana-gimana. Di Serang, belum ada kelas laki-laki, cuma khusus perempuan. Karena kalau digabung, belum open minded. Kalau ada laki-laki masuk, khawatir berpikiran negatif. Kalau Cilegon sih kelas perempuan dan laki-laki sudah gabung,” tukasnya lagi.

BAKAR KALORI   

Popularitas zumba juga diakui Mia Bhitiya Rinjani, instruktur senam aerobik di Celebrity Fitness, Kota Serang. “Untuk pergeseran tren aerobik sebenernya tidak ada. Tapi untuk jenis olahraganya sekarang orang lagi tren zumba. Zumba lebih cenderung seperti dance atau tarian, tapi dibawa hakikat olahraga, jadi ada sistem pemanasannya juga. Jadi kalau dance biasa tidak ada pemanasan, orang langsung menari saja. Nah kalau zumba ini tetap ada hakikat olahraganya, jadi tetap ada pemanasannya,” ujar instruktur senam yang sudah mengenal aerobik sejak 2006 ini.

    Beda aerobik dan zumba, menurut Mia, zumba cenderung fun. “Orang mengikuti gerakan enggak persis dan enggak bisa pun enggak masalah. Diiringi lagu biasa tiga sampai empat menit nanti ganti lagi lagunya. Kalau aerobik enggak, harus pakai teknik dan orang harus bisa. Dan ada langkah-langkahnya, satu langkah dua langkah kemudian untuk langkah segitiga atau fish step jadi ada teorinya,” jelas Mia lagi.

    “Alasan awal ibu-ibu ikut zumba ini pasti ingin kurus. Efektif kalau memang dikerjakan sesuai dengan benar. Ada teori yang memang relate bahwa kalori yang dibakar dengan kalori yang masuk harus diatur. Kalau ingin kurus otomatis kalori yang dibakar harus lebih banyak daripada kalori yang masuk. Tapi, jangan salah, ada sebagian kecil orang juga yang berolahraga justru karena ingin gendut. Jadi, supaya mereka lebih capek, akhirnya lapar dan makan,” ujar trainer cantik ini yang juga berlisensi yoga ini.

    “Kalau anak-anak SMA biasanya untuk fun (kesenangan) atau pun mereka benar-benar tertarik dengan aerobik. Alasan lain, bisa jadi karena mengikuti teman-temannya yang sudah gabung. Namun, yang jelas dan utama bisa menjaga stamina, melatih ketahanan tubuh,” lanjut Mia.

    Walaupun Mia berlisensi senam aerobik, dia tetap mengajarkan senam zumba di kelasnya. “Jadi zumbanya memang ada, misalkan dalam satu sesi kelas minimal durasinya selama satu jam. Sebenarnya idealnya memang satu jam, tapi biasanya ada kelebihan waktu sekitar 10-15 menit. Kelas itu itu dibagi-bagi waktunya, 45 menit aerobik, 15 menit BL (body language) senam yang fungsinya menguatkan otot panggul perempuan media yang digunakan bisa pakai kursi ataupun bola. Setelah BL saya kasih zumba jadi hanya selingan,” jelas ibu dua anak ini.

    Mia memegang empat kali pertemuan kelas aerobik di Celebrity, yakni Selasa dan Kamis pukul 08.00 WIB, Jumat pukul 16.30 WIB, dan Sabtu pukul 10.00 WIB. Hal ini ia lakoni karena ia mendapat kepuasan tersendiri. Dalam satu kelas Mia, bisa mencapai 40 sampai 60 orang.

    “Kelas pagi biasanya ibu rumah tangga, kalau sore campur ada ibu rumah tangga, pekerja pun ada karena sudah jam pulang kerja, dan ada anak SMA juga,” terang Mia.    (hellen-zetizen/zee/dwi)