SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Walaupun beras masih mendominasi inflasi di Banten, tetapi Pemprov Banten masih menahan cadangan beras yang mereka miliki. Cadangan beras sebanyak 214 ton itu baru akan digelontorkan apabila kondisi sangat mendesak.
Pj Sekda Banten Virgojanti mengatakan, inflasi Banten di pekam terakhir Oktober 2,35 persen dan masih di bawaj rata-rata nasional. “Ada beberapa daerah yang rata-rata di atas dan juga di bawah diharapkan pusat bisa mempertahankan di level 2,35 persen,” ujar Virgo usai high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Aston Serang, Kamis, 2 November 2023 sore.
High level meeting itu dihadiri TPID Provinsi Banten dan kabupaten/kota serta para stakeholder se-Banten.
Virgojanti mengatakan, high level meeting ini dilakukan agar senantiasa memperbaiki berbagai indikator capaian penanganan inflasi, semua komitmen bersama menangani inflasi di setiap wilayahnya. “(Karena-red) tanpa kolaborasi tidak bisa menyelesaikan target,” tuturnya.
Apalagi, ia mengatakan, pusat memprediksi inflasi sampai akhir tahun berada di angka 3 persen. “Ini penting menjaga stabilitas,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Provinsi Banten ini.
Untuk menjaga agar inflasi tetap terjaga, pihaknya menjamin pasokan kebutuhan pokok. Diharapkan, hal itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Virgojanti mengaku berbagai upaya dilakukan untuk menekan harga beras agar tak menjadi pemicu inflasi. Cadangan beras masih besar 214 ton belum dikeluarkan karena harga masih cukup terkendali. “Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa terkendali dan di bawah rata-rata nasional,” tuturnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, kegiatan high level meeting ini menunjukkan komitmen dari Pemprov dan kabupaten/kota, terkait pengendalian inflasi. “Dan ini membuahkan hasil. Inflasi di Banten cukup terkendali, dari BPS 0,18 month to month and year on year 2,35 persen. Ini menunjukkan di bawah nasional sekitar 2,56 persen dan di bawah Jawa 2,48 persen,” terangnya.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











