CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi berpotensi mengalami pergeseran seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diinformasikan lebih awal oleh pemerintah.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyebut perubahan pola pergerakan masyarakat sangat mungkin terjadi, termasuk pergeseran hari puncak mudik dan arus balik.
Agus menjelaskan, pemerintah secara tegas telah menginformasikan kebijakan WFA sejak awal.
Hal itu dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan mudik lebih fleksibel dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pemerintah tegas bisa memberikan dari awal menginformasikan WFA. Oleh sebab itu, puncak arus mudik dan arus balik kemungkinan ada pergeseran,” ujarnya.
Menurutnya, skenario awal puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran.
Namun, dengan adanya kebijakan WFA, puncak tersebut berpotensi maju lebih awal.
“Arus mudik di H-3 bisa di tanggal 15, bisa ditinggal 14, nanti tergantung traffic counting,” jelasnya.
Ia menambahkan, prediksi tersebut tidak lagi semata-mata berdasarkan asumsi, melainkan didukung teknologi dan sistem penghitungan lalu lintas yang lebih akurat.
Korlantas Polri telah memanfaatkan perangkat traffic counting dan data digital untuk membaca tren pergerakan kendaraan secara real time.
“Di samping kita prediksikan, kita sudah ada teknologi untuk menghitung itu,” tegasnya.
Agus menekankan, seluruh langkah antisipasi disiapkan agar arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 tetap berjalan aman, tertib dan lancar meski terjadi perubahan pola perjalanan akibat kebijakan WFA.
Reporter : Adam Fadilah
Editor: Agung S Pambudi










