CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten memberikan tugas besar kepada kader PKB Kota Cilegon dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Sari Kuring Indah pada Minggu 12 April 2026.
Sekretaris DPW PKB Banten, Umar Barmawi, menegaskan bahwa PKB Cilegon harus mampu meningkatkan kekuatan politiknya secara signifikan pada Pemilu 2029 mendatang.
“Kota Cilegon ini APBD-nya hampir Rp2,2 triliun, tetapi belum bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh pengurus serta konstituen PKB,” ujar Umar dalam sambutannya.
Ia menyebut, kondisi tersebut tidak terlepas dari minimnya keterwakilan PKB di DPRD Kota Cilegon yang saat ini hanya memiliki satu kursi.
“Karena kursinya satu, jadi lagunya nyanyi satu-satu. Itu yang menjadi keprihatinan kita,” katanya.
Dalam forum turut hadir Ketua DPC PKB Kota Cilegon Sanudin, serta tiga calon Ketua DPC yakni Isra Mi’raj, Ari Muhammad, dan Deden Rusmanto, Umar menekankan pentingnya perubahan strategi politik.
Menurutnya, PKB Cilegon tidak bisa lagi menggunakan pola konvensional dalam meraih dukungan masyarakat.
“PKB di Kota Cilegon ini tidak bisa menggunakan rumus hukum Newton, F sama dengan massa kali percepatan. Itu tidak bisa,” tegasnya.
Sebaliknya, ia mendorong kader untuk menggunakan pendekatan yang lebih progresif dan adaptif.
“PKB Kota Cilegon ini harus menggunakan hukum kuantum, dari gelombangnya saja. Artinya harus ada lompatan besar,” jelasnya.
Umar menargetkan pada Pemilu 2029 mendatang, PKB Cilegon mampu meraih minimal empat kursi di DPRD, bahkan berpotensi hingga enam kursi.
“Minimal empat kursi, itu harga mati. Bahkan bisa mendekati enam kursi,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga optimistis PKB ke depan mampu merebut posisi strategis di eksekutif, termasuk kursi Wali Kota Cilegon.
“Insya Allah, PKB punya wali kota ke depan,” tandasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











