TANGERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel melakukan sosialisasi pelaporan barang milik daerah (BMD). Ada 179 operator atau pengurus barang di sekolah tingkat SD dan SMP yang mendapat pelatihan yang dilaksanatakan di RM Telaga Seafood, Serpong, Kamis (31/10).
Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengatakan, peserta mendapat pelatihan membuat pelaporan labelisasi BMD. “Kita juga mensosialisasikan inovasi teknologi dengan QRCode,” ujarnya.
Taryono menambhakan, peserta dilatih bagaimana membuat laporan milik daerah, mencatat barang milik daerah. Selama ini pencatatan dilakukan masih secara manual. “Sekarang labelnya ada barcode-nya, sehingga pencatatan jadi lebih mudah dan masuk ke sistem atau data base,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya Pemkot untuk meningkatkan kualitas pencatatan atas aset-aset di sekolah. “Ada tiga sumber aset yang ada di sekolah, yakni dari APBD Kota Tangsel, pengadaan dari provinsi dan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.
Pak Ben menambahkan aset yang berasal dari APBD Kota Tangsel ketika barang dibeli langsung dicatatkan Pemkot. Pengadaan dari Provinsi Banten, Pemkot juga bisa mencatatakan, namun aset yang dari kementerian sulit didata.
“Aset dari kementrian biasanya langsung ke sekolah. Mulai beli alat peraga, beli komputer dan lainnya. Namun, sekolah tidak lapor ke dinas sehingga tidak tercatat. Padahal dinas nanti diperika oleh BPK, anggaran ini yang dari APBN mana catatan barangnya,” tambahnya.
Melalui peningkatan kualtias tersebut nanti ada sistem yang dibangun untuk pencatatan barang milik daerah yang ada di sekolah. “Ada barang yang sekali habis, dinamis dan statis, contohnya alat peraga,” tuturnya. (asp/rbnn).
