TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, telah memperkenalkan batik khas Kelurahan Sukamulya bernama Batik Sumur Wareng. Batik Sumur Wareng rupanya banyak mengandung filosofi.
Lurah Sukamulya Rita Wulan Sari mengatakan, Batik Sumur Wareng ini mempunyai sejarah yang tinggi, di mana nama Sumur Wareng ini dipakai berdasarkan analisis dari tokoh beserta masyarakat yang ada di Kelurahan Sukamulya.
“Nama Sumur Wareng ini sendiri merupakan sebuah cagar budaya yang ada di Kelurahan Sukamulya,” ujarnya, Minggu 2 April 2023.
Menurutnya, Sumur Wareng ini merupakan sebuah sumur yang sering dijadikan wisata religi, karena memang airnya tidak pernah surut meskipun pada musim kemarau panjang
“Jadi sumur wareng ini sering dijadikan wisata religi, dan menjadi salah satu cagar budaya di wilayah Kelurahan Sukamulya ini,” ucap Wulan sapaan akrabnya.
Kata Wulan, Batik Sumur Wareng ini mempunyai ciri khas warna ungu dan kuning. Di mana warna ungu merupakan warna khas Kabupaten Tangerang. Sedangkan warna kuning sebagai simbol warna perjuangan dirinya di Kelurahan Sukamulya dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu.
“Nah, untuk nama Wareng sendiri adalah nama dari ayam Wareng yang merupakan ikon Kelurahan Sukamulya yang menggambarkan ayam jantan pemberani,” terangnya.
Sedangkan, untuk nama Sumur Wareng adalah sebuah sumber mata air yang ada di Kelurahan Sukamulya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Cikupa, khususnya bagi masyarakat Sukamulya.
“Jadi filosofi yang terkandung dalam batik Sumur Wareng ini adalah sikap berani, optimis, bijaksana dan inspiratif dalam menjalani kehidupan dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” jelasnya.
Wulan menambahkan, ke depan dirinya akan menerapkan kebijakan untuk pemakaian Batik Sumur Wareng ini pada staf yang ada di kelurahannya pada minggu ketiga atau keempat.
“Batik Sumur Wareng ini juga akan dikembangkan oleh ibu-ibu PKK, dan bisa dijual ke pasaran sebagai oleh-oleh atau cinderamata khas Kelurahan Sukamulya maupun Kabupaten Tangerang,” tutupnya.
Reporter: Mulyadi
Editor : Mastur











