RADARBANTEN.CO.ID – MW Forhati Sulawesi Tenggara periode 2022-2027 bekerja sama dengan Founding Jaringan Literasi Nusantara, sukses menggelar webinar dengan tema “Presidensi G20 : Geopolitik Antara Indonesia, Australia dan Cina Dalam Menjawab Berbagai Krisis“.
Founding Jaringan Literasi Nusantara, Muh. Husriadi berharap bahwa webinar ini dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas pengetahuan dan wawasan mereka tentang peran tiga negara besar ini dalam menghadapi berbagai krisis global serta beragam isu yang saling terkait di panggung dunia saat ini.
Acara berlangsung pada Jumat 21 Juli 2023 dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan.
Webinar ini menghadirkan narasumber seorang Pengamat HI Australia yang berasal dari Pandeglang, Banten yakni Abbadi Said Thalib yang merupakan Australian Observer Of International Relations.
Dalam materinya, Sekretaris KAHMI Australia ini menyampaikan beberapa dampak negatif maupun dampak positif dari perjanjian yang dilakukan oleh ketiga negara maju, yaitu Australia, Britania Raya dan Amerika atau disingkat AUKUS (Australia, UK, US).
Salah satu dampak negatif adalah dapat mengganggu kesatuan ASEAN dan menimbulkan perpecahan di antara negara-negara anggotanya. Hal ini dapat mempengaruhi peran Indonesia dalam memajukan agenda dan kepentingan ASEAN secara keseluruhan.
“Adapun dampak positifnya yakni meningkatnya keamanan maritim di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kemampuan Australia untuk mengatasi ancaman dan menangani sengketa maritim,”katamya sepeeti rilis yang diterima Radar Bantem, Sabtu 22 Juli 2023.
Acara yang berlangsung daring sore tadi, dipandu oleh Irma Irayanti sekaligus sebagai Wakil Sekretaris Umum MW Forhati Sulawesi Tenggara.
Webinar ini bertujuan agar masyarakat secara luas dapat melek politik.
Hal ini dipertegas oleh Wa Ode Rulia, SP selaku Koordinator Presidium MW Forhati Sulawesi Tenggara, bahwa diskusi ini memberikan perspektif yang berharga bagi para pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat umum yang tertarik dengan dinamika geopolitik internasional, dalam hal ini memperkenalkan kondisi geopolitik kepada berbagai kalangan.*
Editor: Ahmad Lutfi











