Revitalisasi Banten Lama Diperluas, Dispar Siapkan Paket Wisata

0
297

SERANG – Pemprov Banten memperluas penataan atau revitalisasi kawasan Banten Lama. Itu perlu dilakukan agar masa tinggal pengunjung dapat lebih lama sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar. Dengan adanya perluasan revitalisasi Banten Lama, Pemprov Banten kemudian mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) untuk mengintegrasikan Kawasan Kesultanan Banten (KKB) atau biasa disebut Banten Lama dengan kawasan lain di sekitarnya.

Menurut Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Paundra Bayyu Ajie, pihaknya sudah menyampaikan konsep pengembangan pariwisata sekitar KKB. “Konsep penataan harus berangkat dari karakteristik Kawasan Kesultanan Banten. Kita ketahui bersama karakteristik wisata di Kawasan Kesultanan Banten lebih banyak menonjolkan soal wisata religi. Artinya, tujuan utama pengunjung datang ke Kawasan Kesultanan Banten adalah untuk ibadah dan ziarah,” kata Bayyu kepada wartawan di KP3B, Kamis (1/8).

Konsep yang ditawarkan Dispar itu dibuat dalam bentuk rencana detail kawasan, yaitu dengan menyediakan paket wisata di sekitar KKB sehingga pengunjung bisa lebih lama tinggal. Beberapa konsep yang ditawarkan adalah membuat kawasan yang menjual berbagai kuliner khas Banten atau pasar kuliner.

“Tarif yang ditawarkan penyedia kuliner harus disesuaikan dengan pasar dan daya beli pengunjung,” tutur Bayyu.

Selain itu, lanjut Bayyu, menata kawasan tanaman mangrove di seberang Pelabuhan Ikan Karangantu. Meskipun lahan di kawasan tersebut berlumpur, tetapi tetap bisa dimanfaatkan untuk sarana wisata, dengan menyediakan jogging track yang terbuat dari papan kayu. Di kawasan tersebut juga akan disiapkan tempat ibadah dan tempat istirahat.

“Lahan itu milik TNI Angkatan Laut. Pemprov sejauh ini sudah mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada pihak TNI Angkatan Laut,” tuturnya.

Konsep lainnya, yaitu optimalisasi wisata pulau. Sebab, di sekitar Pelabuhan Karangantu terdapat beberapa pulau yang dapat ditempuh dengan menggunakan perahu. Hanya saja, sejauh ini perahu-perahu tersebut tidak memiliki pelabuhan khusus sehingga harus bergabung dengan pelabuhan ikan.

Pengelola KKB ke depan, tambah Bayyu, perlu menyiapkan kendaraan khusus di KKB. Melalui kendaraan itu, pengunjung KKB bisa berkeliling ke berbagai kawasan, seperti Keraton Kaibon, Masjid Pecinan, Benteng Speelwijk, dan kawasan wisata pantai di sekitar Pelabuhan Karangantu.

“Tentu dengan tarif yang terjangkau. Langkah lainnya, pengelola harus menyediakan homestay bagi para pengunjung KKB,” urainya.

Terkait homestay, Bayyu menyebut tidak perlu menambah bangunan baru, melainkan memanfaatkan perumahan warga yang masih ditinggali pemiliknya. “Para pemilik rumah cukup menyediakan salah satu kamar untuk disewakan kepada pengunjung. Pemilik rumah juga tidak perlu menambah berbagai fasilitas sehingga menyebabkan biaya tinggi,” ungkap Bayyu.

Berdasarkan data Pemprov Banten, perluasan revitalisasi Banten Lama mulai dari penataan Alun-alun Masjid Agung Banten dan kawasan Benteng Surosowan, Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, kawasan Masjid Pacinan, hingga kawasan Masjid Kesultanan Banten.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, perluasan penataan Banten Lama tahun anggaran 2019, yaitu penataan kawasan Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, kawasan Masjid Pacinan, dan melanjutkan penataan sekitar Masjid Agung Banten. “Rencana tahun ini, penataan Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, dan Masjid Pacinan, termasuk melanjutkan penataan yang dekat Masjid Agung Banten,” katanya.

Yanuar menambahkan, saat ini sudah pada tahap penetapan pemenang lelang. “Pemenang pekerjaan sudah ada kok. Mereka (pemenang lelang) kelihatannya masih tahap persiapan,” ujarnya.

Tak henti hingga 2019, kata Yanuar, Pemprov Banten juga akan melanjutkan penataan kawasan Masjid Agung Banten pada 2020. Menurut rencana, pada 2020 Pemprov akan membangun Baitul Quran dan pusat oleh-oleh yang diproduksi pengusaha mikro, kecil, dan menengah.  

“Baitul Quran akan menjadi pusat kajian Alquran di Provinsi Banten. Sedangkan pembangunan pusat oleh-oleh khas Banten dapat dimanfaatkan para pengusaha UMKM untuk mempromosikan dan menjual produknya sehingga pengunjung kawasan Banten Lama bukan hanya berziarah dan menikmati keindahan kawasan Kesultanan Banten, tetapi juga bisa membawa oleh-oleh ke kampung halamannya,” urainya. (den/air/ira)