SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 12 ribu peserta dinyatakan lolos dalam Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mengurangi kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, lebih dari 30 ribu orang mendaftar dalam Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4. Setelah melalui proses seleksi, sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos.
Hal itu disampaikan Yassierli saat Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa, 1 September 2026.
Yassierli mengatakan, peserta akan mengikuti pelatihan dengan durasi yang berbeda-beda, mulai dari dua minggu hingga dua bulan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai bukti keterampilan yang telah diperoleh.
Menurut Yassierli, pemerintah menargetkan program pelatihan vokasi sepanjang 2026 dapat menjangkau hingga 330 ribu orang.
Pelatihan tersebut menyasar berbagai bidang yang dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar. Beberapa di antaranya welding, green skill, smart operation, agroforestri, kecerdasan buatan (AI), keterampilan digital, dan hospitality.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kehadiran BBPVP Serang memiliki posisi penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Banten.
Ia berharap semakin banyak masyarakat mendapatkan akses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
“Pelatihan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja,” kata Andra.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, lembaga pelatihan, serta dunia usaha dan industri perlu terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, lulusan pelatihan diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar kerja.
Reporter: Yusuf Permana – Editor: Aas Arbi
