• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Dampak Penggunaan Gadget Pada Perkembangan Anak

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 19 Januari 2014 11:14
in Uncategorized
0
Dampak Penggunaan Gadget Pada Perkembangan Anak
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Berkembangnya teknologi, khususnya gadget seperti smartphone dan tablet memang tidak bisa dihindarkan. Smartphone dan tablet tersebut bahkan sudah ramah anak. Karena merasa dekat dengan piranti tersebut, alat-alat elektronik itu bahkan sering dibawa ke mana-mana oleh anak, termasuk ketika makan.

Penelitian terbaru menemukan adanya bahaya tidak terlihat jika kebiasaan tersebut dibiarkan oleh orang tua. Bahaya tersebut dapat berakibat fatal karena penggunaan alat elektronik dapat membuat anak kurang asupan gizi dan terhambatnya komunikasi antar-keluarga.

“Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan gadget tersebut sangat
umum dilakukan oleh keluarga dengan anak usia remaja. Namun mereka tidak sadar ada bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan tersebut,” kata Direktur Center for Child and Family Health Promotion Research di University of Minnesota School of Nursing, Jayne A. Fulkerson, seperti dilansir laman Fox News, Sabtu (18/1).

Fulkerson dan koleganya melakukan survei pada 1.800 orang tua tentang penggunaan telephone, TV, sms, main games atau mendengarkan musik melalui headphone ketika makan bersama. Mereka juga ditanya tentang penggunaan media ketika makan dan pentingnya keluarga bagi mereka.

Dua per tiga dari seluruh orang tua mengatakan bahwa anak mereka beberapa kali menonton TV atau film ketika makan bersama. Sisanya mengatakan bahwa anak mereka melakukan hal tersebut secara
sering.

Namun penggunaan sms, telepon, dan mendengarkan musik lewat headphone diakui jarang dilakukan. Hanya sekitar 18 persen orang tua yang mengatakan anak mereka melakukan hal tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa anak gadis lebih sering menggunakan media elektronik daripada anak laki-laki. Hal tersebut berhubungan dengan tidak adanya peraturan pelarangan elektronik ketika makan, yang biasanya ditemukan di keluarga Afrika Amerika dan Asia.

Penggunaan media elektronik juga sering ditemukan pada keluarga yang jarang berkomunikasi. Hal ini ternyata berdampak pada makanan yang disajikan. Kesibukan orang tua ditengarai menjadi alasannya.

Orangtua yang mengaku sering melihat penggunaan media elektronik ketika makan mengakui bahwa mereka lebih jarang
menghidangkan sayuran hijau, buah, jus dan susu. Bahkan ada beberapa orang tua yang hanya menghidangkan makanan yang manis-manis saja.

“Waktu makan bersama merupakan waktu yang sangat berharga. Anak biasanya membicarakan tentang aktivitas mereka sehari-hari dan perasaan apa saja yang mereka alami pada hari itu. Adanya media elektronik di meja makan merenggut momen-momen seperti itu,” kata Fulkerson lebih lanjut.

Meski begitu, ia mengakui bahwa tidak semua keluarga dapat melakukan makan bersama yang ideal. Namun ia mengimbau pada para orang tua agar mulai membiasakan anak untuk tidak menggunakan media elektronik ketika makan bersama.(fny/jpnn)***

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Target Ekspor Mobil 200 Ribu Unit

Next Post

Tak Semua Anak Soekarno Anggap Film Buatan Hanung Buruk

Next Post
Tak Semua Anak Soekarno Anggap Film Buatan Hanung Buruk

Tak Semua Anak Soekarno Anggap Film Buatan Hanung Buruk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Karhutla di Grogol Cilegon Meluas, 2,5 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla di Grogol Cilegon Meluas, 2,5 Hektare Lahan Terbakar

by Adam Fadillah
Rabu, 26 Agustus 2026 08:44
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan seluas sekitar 2,5 hektare di Lingkungan Ciora, Kelurahan Grogol, Kecamatan...

Korban Dukun Pengganda Uang di Walantaka Bertambah, Kerugian Capai Ratusan Juta

Korban Dukun Pengganda Uang di Walantaka Bertambah, Kerugian Capai Ratusan Juta

by Fahmi
Rabu, 26 Agustus 2026 08:30
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Korban dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang di Kompleks Graha Rinjani, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, Kota Serang,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.