• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Hukum

Bangkrut Jual Uduk, Mami Ros Jadi Mucikari

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 25 Mei 2014 16:00
in Hukum
0
Bangkrut Jual Uduk, Mami Ros Jadi Mucikari
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Tidak pernah terbayang oleh Rusmini (40) alias Mami Ros harus berurusan dengan polisi. Sejak ditinggal cerai oleh suami, ia menjadi penjual nasi uduk di kawasan industri Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Sejak usahanya bangkrut, Mami Ros banting setir. Ia menawarkan jasa pemuas nafsu bagi lelaki hidung belang.

Ia menjadi perantara bagi para lelaki dengan menyalurkan beberapa buruh perempuan untuk melayani pelanggannya. “Mereka (karyawati-red) datang sendiri kepada saya untuk mencari tambahan penghasilan,” ungkap Mami Ros kepada wartawan di ruang pemeriksaan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Serang, Minggu (25/5/2014).

Mami Ros menyewa tiga ruangan di sebuah penginapan di Kota Serang. Di sanalah ia buka lapak perdagangan jasa pemuas nafsu. “Saya bukan nyiapin anak-anak (pekerja seks komersil-red). Saya cuma sedang menunggu pacar dan kebetulan ada yang datang dan meminta saya menghubungkan. Kalau mereka (pria hidung belang dan PSK-red) ketemu, ya mereka dibawa keluar,” jelasnya.

Tarif yang dipasang untuk sekali ‘main’ oleh Mami Ros sebesar Rp500 ribu. Mami Ros mendapat jatah Rp200 ribu dari tiap transaksi. Namun dihadapan polisi, Mami Ros membantahnya. “Transaksi melalui saya. Kalau sudah jadi dibawa ke luar. Saya dapat Rp50 per orang,” akunya.

R (18) dan N (19) merupakan dua wanita yang menjadi ‘ladang’ Mami Ros. Keduanya karyawan perusahaan pabrik sepatu. Bahkan N tidak lain adalah keponakan Mami Ros sendiri. “Kakak saya kawin dengan tantenya N,” pungkasnya.

Mami Ros ditangkap Polres Serang pada Jumat (23/5/2014) oleh petugas yang menyamar menjadi pria hidung belang. Mami Ros ditangkap di sebuah penginapan di Kota Serang dengan barang bukti satu pak kondom dan uang sebesar Rp1 juta.(WAHYUDIN)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Yingluck Shinawatra Masih Ditahan Tentara Thailand

Next Post

Skylock, Kunci Pintar Bertenaga Surya untuk Sepeda

Next Post
Skylock, Kunci Pintar Bertenaga Surya untuk Sepeda

Skylock, Kunci Pintar Bertenaga Surya untuk Sepeda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Ahmad Muhibbin Sebut CKG Jadi Bukti Negara Hadir Jaga Kesehatan Rakyat

Ahmad Muhibbin Sebut CKG Jadi Bukti Negara Hadir Jaga Kesehatan Rakyat

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 7 September 2026 07:52
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin menyebut kesehatan merupakan modal utama masyarakat untuk menjalankan...

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Masker Tanpa Disuruh

by Mashudi
Senin, 7 September 2026 07:51
0

Saya sulit membayangkan pagi setelah Kra­katau meletus, 1883 lalu. Bu­kan karena tak ada fotonya. Justru ka­rena angka-angkanya terlalu besar untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.