CILEGON – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon tengah membangunan hanggar di dalam kawasan Pasar Baru Kranggot, Cilegon. Pembangunan hanggar itu diharapkan dapat menampung pedagang kaki lima yang selama ini masih berjualan di sepanjang akses menuju pasar tersebut.
Sayang, dalam pembangunannya pelaksana kegiatan PT Cipta Eka Puri terkesan tidak transparan. Sebab, dalam plang di area proyek tidak tercantum nilai anggaran kegiatan. “Wah, saya tidak tahu (nilai anggarannya-red), mungkin bisa ditanyakan ke pelaksananya saja,” ungkap salah seorang pekerja di lokasi yang menolak menyebutkan identitasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawhardana, membantah bila pihaknya sengaja menutup-nutupi nilai anggaran proyek tersebut. “Itu cuma karena human error saja. Nanti (plang proyek) akan diganti,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (11/11/2015).
Dikrie membeberkan, proyek pembangunan itu didanai dari anggaran APBN melalui bantuan dari Kementerian Perdagangan RI. Kota Cilegon mendapatkan dana bantuan senilai Rp10 miliar untuk membangun tiga bangunan hanggar di dalam kawasan pasar.
Informasi yang dihimpun, dalam pelaksanaannya Disperindagkop melelangkan proyek pembangunan hanggar dengan pagu anggaran sekitar Rp9,3 miliar. Jumlah ini berdasarkan Hasil Perkiraan Sementara (HPS) dan belum termasuk untuk biaya pengawas dan jasa konsultasi perencanaan.
Belakangan, pekerjaan dimenangkan oleh PT Cipta Eka Puri yang sudah memulai pekerjaannya sejak 5 Oktober lalu. “Lelang itu kita yang melaksanakan melalui ULP (Unit Layanan Pengadaan),” jelas Dikrie lagi. (Devi Krisna)
