PANDEGLANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten berharap, adanya pembatasan Alat Peraga Kampanye (APK) dalam Pilkada serentak 2015 tidak menjadi alasan untuk mempengaruhi rendahnya tingkat partisipasi pemilih. Hal ini menepis anggapan minimnya APK diperkirakan akan berpengaruh pada tingkat partisipasi pemilih.
“Dengan aturan PKPU yang membatasi kampanye dan APK itu, menjadi sebuah peringatan bagi KPU Kabupaten Kota dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih. KPU RI telah menargetkan jika tingkat partisipasi pemilih kali ini harus mencapai 77,5 persen. Angka itu mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen dari pemilu 2014 lalu yang dipatok di angka 75 persen,” ungkap Komisioner KPU Provinsi Banten Divisi Sosialiasi, Enan Nadia usai menghadiri Bimbingan Teknis Persiapan Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang Tahun 2015, di salah satu hotel di Pandeglang, Senin (30/11/2015).
Dari pemetaan yang dilakukan KPU Provinsi Banten, pihaknya memprediksi jika Kota Cilegon akan menjadi daerah dengan tingkat partisipasi paling tinggi di Banten sebesar 79 persen. Sementara Kabupaten Pandeglang, menjadi daerah dengan potensi partisipasi hanya menyentuh di angka 68 persen.
“Kalau dari data yang ada, partisipasi yang tinggi itu ada di Cilegon. Sedangkan prediksi rendahnya di Pandeglang itu, sebagian besar karena hamper 20 dari masyarakat Pandeglang berada dan bekerja di luar daerah,” katanya.
Menurut Enan, prediksi itu didasari oleh hasil Pemilu tahun sebelumnya. Maka dari itu, pihaknya mendorong KPU yang menyelenggarakan pemilu, untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan kepada penyelenggara di tingkat bawah, diminta untuk tidak segan-segan mengimbau dengan segala cara tanpa melanggar ketentuan pada saat hati pencoblosan guna mengajak masyarakat menyalurkan hak pilihnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Pandeglang Abdurrohim mengakui jika Pilkada kali ini menjadi menjadi tantangan besar dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Berbagai faktor, seperti kondisi geografis, SDM masyarakat dan banyaknya warga Pandeglang yang bekerja di luar daerah menjadi kekhawatiran yang membuat angka partisipasi masyarakat rendah.
“Kita juga khawatirkan faktor cuaca yang akan mempengaruhi tingkat partisipasi karena kita ketahui, sekarang sudah masuk musim hujan. Kendati demikian kami optimis kondisi ini tidak berpengaruh besar terhadap capaian tingkat partisipasi pemilih. KPU menargetkan angka partipasi di Pandeglang minimal dapat menyentuh di angka 71 persen,” katanya. (Fauzan Dardiri)
