• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Hukum

Bocah Enam Tahun Hanyut di Sungai Ciujung

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 6 April 2016 15:18
in Hukum, Umum
0
Bocah Enam Tahun Hanyut di Sungai Ciujung

Petugas SAR mencari Maulana Junaedi, yang hanyut di Sungai Ciujung.

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Maulana Junaedi, bocah enam tahun warga Kampung Laban, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, terseret Sungai Ciujung, Minggu (3/4) sekira pukul 16.00 WIB. Korban hanyut setelah bermain di pinggir sungai yang biasa dijadikan tempat mandi warga setempat.

Awalnya, keberadaan korban di pinggir sungai diketahui salah seorang warga setempat yang kebetulan berada di lokasi kejadian dan korban pun sempat dicegah agar tidak mendekati sungai yang pada saat itu lumayan deras. Namun, korban kembali mendekati sungai hingga musibah tersebut terjadi.

Hingga Selasa (5/4), upaya pencarian korban masih dilakukan Basarnas Pos Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang dan Banten, serta warga setempat dengan penyisiran sungai menggunakan tiga unit perahu karet. Upaya pencarian selama dua hari itu belum menemukan titik kepastian keberadaan korban.

Sejumlah tim pencarian melakukan penyisiran menggunakan perahu karet yang disediakan Basarnas, BPBD dan PMI. Tim menyebar melakukan penyisiran. Di lokasi kejadian terlihat kedua orangtua korban yang masih terlihat trauma, bahkan ibu korban memanggil-manggil korban dengan penuh harapan anaknya bisa segera ditemukan.

Sarbini, orangtua korban, mengaku mengetahui anaknya hanyut setelah dirinya pulang kerja dari daerah Kronjo, Kabupaten Tangerang. Ia terakhir bertemu dengan putra pertamanya itu pada pukul 14.00 WIB saat bermain di bengkel tidak jauh dari rumah korban. “Saat saya berangkat kerja, anak saya terlihat asyik main dan ibunya di rumah,” ujar Sarbini di lokasi kejadian, Selasa (5/4).

Peristiwa tersebut membuat istrinya, Muryati, trauma. Muryati tidak menyangka lantaran lokasi kejadian jauh dari rumah sehingga tidak memungkinkan terjangkau anak-anak. Namun, Sarbini mengaku pasrah dan berharap korban bisa segera ditemukan dalam kondisi apa pun. “Ikhtiar pencarian sedang dilakukan, ini musibah yang harus diterima,” katanya.

Pujianto, Ketua Tim Pencarian dari Basarnas Pos Banten, menjelaskan bahwa upaya pencarian sudah dilakukan selama dua hari dengan melibatkan lima anggotanya dibantu personel dari BPBD serta PMI Kabupaten Serang dan Banten. Penyisiran terus dilakukan hingga korban bisa ditemukan. “Pertama, melakukan pencarian Senin pagi. Hari ini (kemarin-red), kami akan lakukan penyisiran sampai ke laut dan sebelumnya sudah sampai daerah muara,” katanya.

Akan tetapi, pencarian tidak dilakukan pada malam hari, mengingat minimnya penerangan. Kata Pujianto, korban dipastikan dapat ditemukan, meski harus memakan waktu yang tidak bisa diperkirakan. Ia berharap, keluarga tetap tabah dan yakin korban ditemukan. “Ikhtiar pencarian terus dilakukan tim, mudah-mudahan korban cepat ditemukan, keluarga korban juga harus bersabar dan banyak berdoa,” harapnya. (Irfan/Radar Banetn)

Tags: Sungai Ciujung
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Andika Ambil Formulir ke Partai Demokrat

Next Post

Takut Macet? Cek Rencana Rekayasa Lalu Lintas Pawai Taaruf MTQ XIII

Next Post
Pawai Taaruf MTQ XIII

Takut Macet? Cek Rencana Rekayasa Lalu Lintas Pawai Taaruf MTQ XIII

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026

Walikota Cilegon Robinsar Siap Sukseskan Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026

by Adam Fadillah
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:46
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Cilegon Robinsar menyatakan kesiapannya mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026. Ajang...

10 bedeng kontrakan terbakar

10 Bedeng Kontrakan di Sukmajaya Cilegon Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

by Adam Fadillah
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:42
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 10 bedeng kontrakan permanen di Lingkungan Kranggot Jabalintang, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, terbakar pada...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.