SERANG – Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten membuka Festival Keraton Surosowan, yang dihelat 9 sampai 12 November 2017, di Kawasan Wisata Religi Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat (10/11).
Wakil Gubernur Banten turut membuka Festival Keraton Surosowan, dengan memukul gong sebanyak tiga kali.
Hadir pada Festival Keraton Surosowan Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten Tubagus Abas Wase, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Walikota Serang Tubagus Chairul Jaman, Bakal Calon Walikota Serang Vera Nurlaela Jaman, Sultan se-nusantara, Raja se-nusantara, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Kapolsek Kasemen Entang Cahyadi dan seluruh elemen masyarakat.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan Festival Keraton Surosowan sebagai momentum positif, baik kejayaan Provinsi Banten maupun Kesultanan Banten yang pernah ada.
“Kami mendorong, mensuport rangkaian acara. Dalam kaitan peningkatan potensi pendapatan melalui sektor pariwisata,” kata dia saat sambutan, di Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat (10/11).
Potensi wisata di Banten, sangat luas, sebagai potensi wisata religi yang ada. Pihaknya, telah merancang berbagai macam kebijakan khsususnya pengembangan wilayah melalui revitalisasi Keraton Kesultanan Banten.
Walikota Serang Tubagus Chairul Jaman mengatakan Festival Keraton Surosowan bertujuan menjaga dan memelihara adat istiadat budaya Banten. Serta untuk mendongkrak wisatawan yang datang ke Banten.
“Sehingga, wisata religi di Banten dapat dikenal luas di mancanegara,” kata Jaman dalam sambutan, Jumat (10/11).
Mengenal sejarah tentu amat penting. Menurut dia, sejarah harus dikenalkan pada generasi penerus bangsa. Dengan begitu, sangtlah penting kegiatan yang bertajuk cagar budaya.
“Keraton Surosowan adalah keraton yang memiliki sejarah dan kejayaan masa lalu yang mendunia,” tukasnya.
Usai sambutan, acara pembukaan diisi hiburan debus dan pencak silat. Para Raja dan Sultan Nusantara menonton pertunjukan seni tersebut. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









