• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Bersama Lestarikan Debus

Redaksi by Redaksi
Kamis, 30 November 2017 12:03
in Berita Utama, Sosial Budaya
0
Bersama Lestarikan Debus

Ketua Forum Lintas Seni Budaya Pencak Silat dan Debus Manunggal Jage Pusake Banten Zaenal Arifin (kedua dari kanan) bersama anggota serta Ketua IPSI Banten Ajat Sudrajat (kiri) bersama pengurus berdialog dengan Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi (membelakangi kamera) saat bersilaturahim di Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Rabu (29/11).

0
SHARES
61
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Debus bukan hanya sekadar corak warisan budaya yang mewarnai eksotika kebudayaan Banten. Atraksi yang identik dengan kekuatan fisik ini juga menjadi bagian warisan yang menginspirasi tentang syiar dan perjuangan orang terdahulu di tanah Banten.

Bahkan, sejak 11 Desember 2013, Debus telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Berangkat dari spirit tersebut dan kebanggaan masyarakat Banten, Radar Banten bersama pelaku debus yang tergabung dalam Forum Lintas Seni Budaya Pencak Silat dan Debus Manunggal Jage Pusake Banten Indonesia akan bersama-sama  melestarikannya.

Komitmen ini disampaikan saat forum dari berbagai perguruan debus di Banten itu mengunjungi Redaksi Radar Banten di gedung Graha Pena Radar Banten, Lontar Baru, Kota Serang, Rabu (29/11) sekira pukul 17.00 WIB.

Ketua Forum Lintas Seni Budaya Pencak Silat dan Debus Manunggal Jage Pusake Banten Indonesia Zaenal Arifin mengatakan, debus sebagai warisan budaya harus terus dilestarikan. “Debus bagi kami warisan yang harus kita lestarikan. Debus bukan hanya atraksi tapi juga syiar Islam,” katanya.

Didampingi pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten dan puluhan pendekar lain, Zaenal Arifin menceritakan sejarah asal muasal debus ada di Banten. Menurutnya, debus sudah ada sejak masa Kesultanan Banten di masa kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin. “Seperti wali-wali yang lain dalam mensyiarkan agama Islam selalu membawa seni dan budaya, yakni pencak silat dan debus,” ujar pria yang akrab disapa Kang Ujang.

Ia berpendapat ada perbedaan antara debus dan ilmu kekebalan biasa. Kata dia, dalam debus wajib bagi para pemainnya melakukan puasa, zikir, dan salat lima waktu. “Dalam permainan debus itu wajib dibuka oleh paku Banten atau Al-madad,” katanya.

Kewajiban membuka permainan dengan paku debus atau Al-madad  karena benda ini disimbolkan sebagai bentuk perwujudan penyerahan diri manusia kepada Allah swt. “Al-madad itu dibuat bukan sembarangan, ada filosofinya. Bahwa kayunya itu dunia, besinya itu keimanan. Makanya kenapa kita Al-madad dulu, agar kita meminta pertolongan Allah dalam memainkan sesuatu. Setelah itu baru yang lain karena kita sudah meminta kepada Allah terlebih dahulu,” paparnya.

Selain puasa, zikir dan melaksanakan syariat Islam yang lain, pada masa debus awal berkembang di Banten, orang yang belajar debus wajib membaca dua kalimat syahadat. “Dulu, orang-orang mau belajar debus harus membayar dengan dua kalimat syahadat karena ini memang untuk syiar Islam,” kata Kang Ujang lagi.

Dari pertemuan dengan redaksi Radar Banten kemarin, Kang Ujang, berharap, terjadi sinergi antara media dengan pegiat debus di Banten. “Kami mengucapkan terima kasih, semoga silaturahim ini tetap terjalin,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua IPSI Provinsi Banten Ajat Sudrajat. Menurutnya, geliat kesenian pencak silat, khususnya debus di Banten sedang menggeliat setelah mati suri. Karenanya, semua pihak harus sama-sama ikut melestarikan. “IPSI yang menaungi perguruan yang membangkitkan seni budaya termasuk debus ini lagi bangkit kembali. Kemarin ada insiden kecil, tapi itu oknum saja,” katanya.

Menurutnya, sinergisitas media dengan pelaku kesenian penting sebagai upaya melestarikan debus. “Selama ini Radar Banten cukup intens memberitakan seni budaya seperti kemarin tapak karuhun. Ini harapannya bisa terus dilakukan, apalagi Radar Banten punya komitmen membuat parade debus atau seni budaya di Banten, ini sangat luar biasa,” katanya.

Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi yang menerima rombongan pegiat debus mengapresiasi kehadiran mereka. Ia juga menyampaikan kekaguman kepada pelaku debus yang sudah melek literasi. “Nuansa pertemuannya sangat dialogis,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, bersama para pimpinan Radar Banten yang lain tengah mewacanakan membuat parade seni dan budaya di Banten. Terlebih, debus sudah menjadi kearifan lokal Banten. “Ada rencana kita untuk bikin parade seni budaya debus. Saya kira, kita akan terus ikut mengembangkan budaya di Banten,” ujarnya.

Sementara menyinggung insiden di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kang Ujang menjelaskan bahwa itu bukan praktik debus. Melainkan warga yang sedang belajar ilmu kekebalan tubuh. “Sebab ilmu kekebalan juga dikenal di daerah lain. Jadi, yang terjadi di Tangerang itu bukan praktik debus,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, 14 warga Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, melepuh saat tes kekebalan dengan air keras di rumah kontrakan di Kecamatan Pakuhaji. Tujuh korban yang mengalami luka parah dibawa ke rumah sakit dan tujuh korban lainnya hanya dirawat di rumah. (Supriyono/RBG)

Tags: Debus
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Butuh Penanganan, Sungai Semendaran Dikhawatirkan Timbulkan Bencana

Next Post

Rumah di Mancak Ambruk Akibat Angin Kencang

Next Post
Rumah di Mancak Ambruk Akibat Angin Kencang

Rumah di Mancak Ambruk Akibat Angin Kencang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

10 Tahun Berdiri, Sanggar Senam U & Me Gelar Perayaan HUT ke-81 RI

by Eko Fajar
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:54
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sanggar Senam U & Me menggelar kegiatan senam bersama dan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang...

Raih Penghargaan Pemda Berprestasi, Pemkot Cilegon Dapat Bantuan Pembangunan 200 Rutilahu

by Adam Fadillah
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:53
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Wali Kota Cilegon Robinsar diganjar bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) setelah berhasil meraih...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.