SERANG – Sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menyasar warga Kompleks Pancanaka Serang Garden, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Senin (26/2) dinihari, dua unit sepeda motor milik warga berhasil dicuri pelaku curanmor.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, aksi pencurian itu diperkirakan terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu masuk ke permukiman warga tanpa melalui pos keamanan kompleks. Diduga pelaku masuk melalui jalan yang dapat diakses dari Kampung Cigabus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Setelah masuk ke areal kompleks, pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu langsung mendatangi kediaman Lucky Dita Agustiansyah. Honda Beat bernopol A 4555 BQ milik Lucky yang diparkir di depan rumahnya langsung dibawa kawanan maling tersebut. Diduga pencurian itu dilakukan dengan cara merusak kunci kontak motor.
“Kebetulan malam itu hujan deras. Sama dengan kejadian Januari kemarin (2018-red). Pak Lucky dan keluarga tertidur,” kata Andy Liandi, warga sekitar kepada Radar Banten, Jumat (2/3).
Seusai menggondol motor milik Lucky, kawanan itu kembali menyatroni kediaman Abram Permana Setiawan. Sepeda motor Honda Revo bernopol L 4190 QX milik Abram tak luput dari pencurian.
“Pencurian ini baru diketahui sekira jam enam pagi. Kalau dilihat, jejaknya itu lewat jalan belakang, bisa tembus Kampung Cigabus,” kata Andy.
Dikatakan Andy, Kompleks Pancanaka kerap menjadi sasaran komplotan pelaku curanmor. Satu bulan lalu atau Selasa (30/1), tiga unit motor milik warga Pancanaka juga raib dicuri. Motor Honda Beat bernopol A 6144 CR dan Yamaha X-Ride nopol A 4453 MV milik Hendra Saputra Pasaribu yang di parkir di teras rumah digondol pelaku. Lalu, Motor Honda Beat warna putih nopol A 2903 MQ milik Ikhsan dan Honda Vario warna hitam nopol A 6394 HP milik Eri turut disikat maling. Namun, dari empat motor yang dicuri. Motor Yamaha X-Ride milik Hendra ditinggalkan pencuri tepat di depan SDN Cigabus. “Semua kejadiannya cuma satu malam. Kami sudah sangat resah, apalagi sampai sekarang maling itu belum juga tertangkap,” beber Andy.
Dikonfirmasi terpisah, Kanitreskrim Polsek Taktakan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Saepudin mengaku, telah melakukan penyelidikan atas kasus curanmor tersebut. “Ada yang kami curigai. Tetapi, masih membutuhkan bukti. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak rutan dan lapas untuk mengetahui nama-nama tahanan curanmor yang sudah keluar,” jelas Saepudin.
Dia juga mengaku, pihaknya telah melakukan langkah preventif berupa patroli di wilayah hukum Polsek Taktakan, termasuk Kompleks Pancanaka. “Setiap malam ada dua personel yang melakukan patroli,” kata Saepudin. (Merwanda/RBG)

