SERANG – Hari keempat gelaran road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Cikeusal yang berlangsung di gedung SDN I Cikeusal, Kamis (17/1), berlangsung seru dan persaingan peserta semakin ketat. Terbukti, sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Cikeusal yang akan melangkah menuju final merata.
Di Kecamatan Cikeusal, Bintang Sains 2019 diikuti 212 peserta dari 44 sekolah. Peserta mendapat arahan dan motivasi dari Ketua Panitia Andre AP sebelum lomba. Semangat peserta semakin bergelora ketika Andre mengumumkan hadiah lomba yang akan diraih oleh juara Bintang Sains 2019. Yakni, selain piala bergilir bupati Serang, juara I,II, dan juara III juga akan diajak panitia untuk study tour ke luar negeri.

Lomba dibagi tiga sesi, menyesuaikan kapasitas ruangan. Sebanyak 26 peserta diambil panitia pada sesi pertama, sesi kedua 25 peserta, dan sesi ketiga 16 peserta sehingga menyisakan 63 siswa yang dilombakan kembali pada sesi penentuan untuk memilih sepuluh besar. Seperti di kecamatan lainnya, peserta mulai berguguran pada pertanyaan esai. Jawaban peserta banyak yang terkecoh dengan pertanyaannya. Keseruan bukan hanya terjadi di dalam ruangan, di luar ruang lomba para pendamping siswa yang gugup menunggu hasil lomba terus memberikan semangat kepada masing-masing siswanya.

Satu per satu peserta yang keluar ruang lomba karena menjawab salah, disambut riuh rekan-rekan peserta yang menunggu giliran dan para pendamping. Kekecewaan siswa yang tereliminasi diredam oleh para pengawas dan kepala sekolah yang hadir memotivasi mereka di luar ruang lomba.
Pertanyaan demi pertanyaan terus dibacakan oleh host hingga sesi penentuan. Sampai akhirnya terpilih sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Cikeusal menuju final. Perwakilan sepuluh finalis hampir merata. Mereka berasal dari sembilan sekolah. Para finalis pun diberikan piagam dan medali yang dikalungkan oleh pengawas SD Kecamatan Cikeusal Mahrumun, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cikeusal Muhammad Yusuf, dan Kanit Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polsek Cikeusal Iptu Hermansyah.

Mahrumun menilai, Bintang Sains 2019 merupakan event yang menarik. Menurutnya, event tersebut menjadi ajang mengasah kemampuan siswa pada bidang matematika dan IPA. “Jika tahun depan kembali dilaksanakan, kami siap berpartisipasi lagi,” tegasnya.
Kepala SDN Pasir Malang Encun Sunayah mengaku, tidak kecewa atas siswanya yang tidak mewakili hingga final. Ia mengaku bangga sudah bisa menjadi bagian dari Bintang Sains 2019 dan menjadi pengalaman baru baginya.
“Kami akui tidak menyiapkan siswa sebelum lomba. Ditambah anak-anaknya grogi, gugup di depan kamera,” kelitnya.

Sementara itu, guru pendamping SDN 1 Mongpok, Juman Sudarso mengaku, bangga salah satu siswanya terpilih menjadi finalis Bintang Sains 2019. Ia mengaku, sudah melakukan persiapan satu hari penuh untuk lomba. “Kami lakukan bimbingan khusus, alhamdulillah lolos satu, Aliah,” ucapnya bangga. (Haidaroh)










