slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Ofo Bekas

Redaksi by Redaksi
18-07-2019 09:12:17
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Ofo Bekas
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Ofo yang bangkrut itu ternyata kini masuk Indonesia. Dalam bentuk sepeda bekas. Begitu banyak penawaran di internet. Dari Batam. Dari Medan. Juga dari Jakarta.

Penawaran itu terang-terangan menyebutkan: sepeda Ofo. Tanpa penjelasan apa itu Ofo. Setelah saya perhatikan itu memang bener-bener sepeda Ofo. Warnanya. Tulisannya. Sama. Dengan yang ada di Tiongkok. Lihatlah copy penawaran itu. Yang saya sertakan di tulisan ini.

Baca Juga :

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Rupanya itu sebagai usaha penyelamatan. Dari pada tidak dibayar. Pabrik yang memproduksi sepeda Ofo menarik sepeda mereka. Dari jalan-jalan raya. Setelah Ofo dinyatakan bangkrut.

Tagihan itu terlalu berat bagi Ofo. Dari satu pabrik saja mencapai hampir Rp 1 triliun. Yang di Tianjin itu. Belum tagihan dari pabrik yang di Shanghai.

Ofo benar-benar jatuh. Bersama pemiliknya yang masih sangat muda itu: Dai Wei.

“Jatuhlah selagi masih sangat muda. Agar mudah bangkit”.

Begitu sering saya mengatakan. Di kuliah-kuliah umum. Di bidang kewirausahaan.

Ke depan saya harus memperbaiki kalimat itu. Dengan satu tambahan anak kalimat: “Tapi jangan seperti Ofo. Jangan seperti Dai Wei”.

Dai Wei memang masih berumur 28 tahun. Ketika perusahaan yang didirikannya itu bangkrut. Tapi kejatuhan Ofo terlalu dalam. Untuk ukuran bukan anak muda pun.

Saya tidak tahu apakah Ofo masih bisa bangkit lagi. Apakah Dai Wei masih sempat bangun lagi. Dari hukumannya yang terlalu berat saat ini. Kalau hanya tidak boleh main golf masih bisa tahan. Tapi Dai Wei sampai dilarang naik pesawat dan kereta cepat. Juga tidak boleh tinggal di hotel berbintang. Dilarang makan di restoran.

Jalan untuk bangkit rasanya sudah begitu sulit. Dua investor besarnya kini sudah menjadi saingannya. Alibaba sudah punya sepeda sharing sendiri: Alipay. Perusahaan taxi terbesar di Tiongkok, Didi, juga sudah punya sepeda Didi.

Sepeda Didi.

Pun yang bukan investornya. Raksasa Tencent sudah punya sepeda sharing sendiri.

Kelemahan utama Ofo rupanya ini: Ofo adalah perusahaan independen. Tidak masuk dalam satu grup perusahaan keuangan mana pun.

Kehadiran Alibaba di Ofo terbatas sebagai investor. Demikian juga Didi. Tidak ada ikatan saham. Atau keterlibatan manajemen. Dana yang dimasukkan Alibaba begitu besar (lihat DI’s Way: Ofo Dai Wei) tapi tidak bisa ikut mengatur Ofo. Demikian juga Didi (baca: ti ti). Yang punya kemampuan manajemen hebat di bidang transportasi. Sampai Uber pun menyerah kepada Didi. Tidak ada lagi Uber di Tiongkok. Tetap saja Didi tidak bisa ikut mengatur Ofo.

Sampai akhirnya Ofo kehabisan nafas. Alibaba dan Didi tidak mau lagi menambah uang. Konon Alibaba dan Didi sudah tidak percaya lagi pada manajemen Dai Wei. Yang begitu agresif. Yang begitu boros. Yang begitu egois: ingin tetap mendapat uang tapi tidak mau dicampuri.

Mungkin Ofo akan selamat kalau Dai Wei mau realistis: menyerahkan manajemen Ofo ke Alibaba atau Didi.

Akhirnya Alibaba bikin perusahaan sepeda sharing sendiri. Sudah terlanjur begitu besar uang yang dihabiskan di Ofo. Demikian juga Didi.

Kini persewaan sepeda di Tiongkok lebih sederhana. Penyewa tidak perlu lagi mendepositokan uang. Tidak seperti zaman Ofo.

Penyewa sepeda Alibaba, misalnya, mengapa tidak perlu deposito? Karena di HP mereka sudah ada rekening Alipay. Tinggal klik QR yang ada di sepeda Alipay.

Persewaan sepeda lainnya juga belajar dari kegagalan Ofo. Yang tarifnya terlalu murah. Hanya 1 Yuan (Rp 2.000) untuk satu jam. Padahal rata-rata orang naik sepeda maksimum satu jam.

Kini tarif sepeda pasca Ofo adalah 1 Yuan untuk setengah jam.

Waktu itu Ofo memang tidak mengejar pendapatan. Yang dikejar adalah jumlah pengguna Ofo. Kian besar pelanggannya kian tinggi value perusahaannya.
Mencari uangnya kelak saja. Dari pasar modal. Setelah Ofo menjadi sangat sexy.

Saya juga heran mengapa Ofo tidak cepat-cepat go public. Mungkin menunggu value yang maksimum. Sampai benar-benar yang terbesar. Tidak hanya di Tiongkok tapi juga di Asia. Bahkan di Amerika dan Eropa. Sampai jumlah sepedanya mencapai 200 juta. Seperti rencana.

Tentu harus juga menunggu ini: agar value perusahaan melebihi investasi.

Agar hasil go public bisa untuk mengembalikan investasi. Masih tersisa saham untuk ia sendiri –sebagai pemilik dan pendiri perusahaan.

Untuk itu Ofo harus terus membakar uang. Bakar uangnya harus lebih banyak. Juga harus lebih cepat.

Yang dibakar tidak ada lagi.

Pun keburu banyak pesaing.

Momentum go public kian jauh. Yang dikejar terus berlari. Lebih kencang.

Katakanlah nilai Ofo sebelum bangkrut itu Rp 30 triliun. Seperti yang sering dipublikasikan.

Tapi Ofo sudah memakai uang Alibaba, Didi, dan lainnya juga Rp 30 triliun.

Sama-sama Rp 30 triliun kualitasnya berbeda. Yang dari Alibaba dkk itu, yang Rp 30 triliun itu, uang beneran. Sedang Rp 30 triliun nilai perusahaan itu belum tentu segitu nilainya.

Berarti kalau cepat-cepat go public juga belum menghasilkan apa-apa. Katakanlah publik mengakui nilai perusahaan Rp 30 triliun (biasanya jauh di bawah itu). Lalu saham yang di go public kan 60 persen. Hasilnya hanya Rp 20 triliun. Belum cukup untuk menutup investasi. Masih jauh.

Mungkin Dai Wei menunggu dulu. Terus menunggu. Sampai nilai perusahaan mencapai Rp 60 triliun.

Yang ditunggu belum juga datang. Tidak mau datang. Tidak bisa datang.

Yang datang adalah tagihan. Yang bertubi-tubi. Dari segala arah.

Yang juga datang adalah putusan pengadilan. Bahwa Ofo dinyatakan bangkrut. Dai Wei tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Tidak bisa ke mana-mana.

Untung ia di Tiongkok. Yang beginian tidak dimasukkan penjara. Ini hubungan perdata.

Umurnya masih 28 tahun.

Masih panjang sisa perjalanannya.

Mestinya.(Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kota Serang Belum Bebas Buta Aksara

Next Post

Dikira Berisi Bom, Koper Santri Buat Geger

Related Posts

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Berita Utama

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

by Bayu Mulyana
Kamis, 4 Juni 2026 20:12

SURABAYA – Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Next Post
Net. ILUSTRASI

Dikira Berisi Bom, Koper Santri Buat Geger

168 Kendaraan Pegawai Masih Menunggak Pajak

168 Kendaraan Pegawai Masih Menunggak Pajak

Pasokan Air Terhenti, Pelanggan Mengeluh

PDAM Tirta Albantani Gunakan Air Baku Cibanten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

partner resmi DLB Indonesia

Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia

Minggu, 14 Juni 2026 19:53
Diskusi terkait krisis sampah dan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan dalam kuliah umum Program Magister Ilmu Komunikasi Untirta di Kampus Sindangsari.

Timbulan Sampah Kota Serang Terus Meningkat

Minggu, 14 Juni 2026 17:20
Ilustrasi gugatan

PT Astra Sedaya Finance Cabang Serang Digugat Rp305 Juta

Minggu, 14 Juni 2026 17:07
Pertamina Pasang PLTS Kapal

Pertamina Pasang PLTS Kapal, Hemat Solar dan Kurangi Emisi

Minggu, 14 Juni 2026 16:49
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang saat datang ke desa-desa untuk persiapan Festival Ciomas Ngabring

Festival Ciomas Ngabring Segera Digelar, Ada Banyak Even Selama Satu Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 16:43
Atlet senam artistik Kota Cilegon berfoto bersama usai menerima medali pada POPDA XII Banten 2026 di GOR Fit Plaza, Sabtu 13 Juni 2026

Senam Artistik Sumbang Lima Medali untuk Cilegon di POPDA XII Banten 2026

Minggu, 14 Juni 2026 16:30
partner resmi DLB Indonesia

Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia

Minggu, 14 Juni 2026 19:53
Diskusi terkait krisis sampah dan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan dalam kuliah umum Program Magister Ilmu Komunikasi Untirta di Kampus Sindangsari.

Timbulan Sampah Kota Serang Terus Meningkat

Minggu, 14 Juni 2026 17:20
Ilustrasi gugatan

PT Astra Sedaya Finance Cabang Serang Digugat Rp305 Juta

Minggu, 14 Juni 2026 17:07
Pertamina Pasang PLTS Kapal

Pertamina Pasang PLTS Kapal, Hemat Solar dan Kurangi Emisi

Minggu, 14 Juni 2026 16:49
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang saat datang ke desa-desa untuk persiapan Festival Ciomas Ngabring

Festival Ciomas Ngabring Segera Digelar, Ada Banyak Even Selama Satu Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 16:43
Atlet senam artistik Kota Cilegon berfoto bersama usai menerima medali pada POPDA XII Banten 2026 di GOR Fit Plaza, Sabtu 13 Juni 2026

Senam Artistik Sumbang Lima Medali untuk Cilegon di POPDA XII Banten 2026

Minggu, 14 Juni 2026 16:30

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

partner resmi DLB Indonesia

Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia

by Agung S Pambudi
Minggu, 14 Juni 2026 19:53

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID–Selama 22 tahun, Developmental Basketball League (DBL) konsisten menjadi wadah pengembangan generasi muda Indonesia melalui olahraga dan hiburan. Memasuki musim...

Diskusi terkait krisis sampah dan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan dalam kuliah umum Program Magister Ilmu Komunikasi Untirta di Kampus Sindangsari.

Timbulan Sampah Kota Serang Terus Meningkat

by Nahrul Muhilmi
Minggu, 14 Juni 2026 17:20

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Timbulan sampah di Kota Serang terus meningkat. Persoalan sampah itu masih menjadi tantangan besar bagi Pemkot Serang....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak