CILEGON – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru Kota Cilegon dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Cilegon berseteru. Konflik tersebut dipicu ungkapan Ketua Kadin Paradigma Baru Faturahman yang menyatakan jika industri banyak yang mengeluh karena mendapatkan tekanan dari LSM.
Saat dikonfirmasi, Ketua Kadin Paradigma Baru Faturahman tidak menampik pernyataannya. Sebagai ketua organisasi yang menaungi para pengusaha atau pelaku industri, ia menilai perlu menyelesaikan persoalan industri. “Industri itu banyak yang ngeluh karena banyak tekanan dari LSM. Yang membidangi bisnis itu Kadin. Makanya, kita luruskan,” papar Faturahman, Jumat (13/9).
Menurut Faturahman, ungkapannya itu tidak menggeneralisasi seluruh LSM di Kota Cilegon. Ia menilai, banyak LSM yang baik, melakukan aktivitas sesuai dengan tujuan pendirian lembaga itu. “Kita punya niatan untuk membina LSM supaya teman-teman LSM berubah pola pikirnya menjadi wiraswastawan. (LSM) yang baik ada, yang enggak baik juga ada,” katanya.
Ada LSM yang keberatan dengan pernyataannya, Faturahman justru mengapresiasi. Ia mengajak LSM tersebut untuk duduk bersama, berdiskusi.
Sebelumnya, Ketua DPC Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) Kecamatan Citangkil Ismat Tantowi menuturkan, Faturahman dinilai tidak layak mengungkapkan pernyataan yang menyudutkan LSM di Kota Cilegon. Karena pada faktanya, LSM tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan Faturahman.
“Kalaupun ada informasi ada LSM yang meresahkan, menekan industri, sebutkan oknum LSM-nya,” ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua LSM Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (BMPP) DPC Kecamatan Citangkil Zulbasit menilai, pernyataan Faturahman membuat situasi tidak kondusif dan memancing kegaduhan di masyarakat.
“Lembaga kami lembaga resmi. Selama ini kami selalu bersinergi untuk menciptakan situasi yang kondusif,” ujarnya.
Ketua LSM Forum Banten Jaya Ulung juga menilai pernyataan Faturahman terkesan menyudutkan dan mengkambinghitamkan LSM di Kota Cilegon. Pihaknya tidak menerima jika LSM mengganggu serta mengusik keberadaan industri. “Kami akan lakukan perhitungan. Kami siap mengadakan aksi besar-besaran,” ujarnya. (bam/aas/ira)











