JAYAPURA – Tim kemanusiaan Pemprov Banten membuka posko kemanusiaan di Sentani, Jayapura, Kamis (3/10). Posko dibuka untuk mengumpulkan warga Banten yang masih tertahan akibat kerusuhan Wamena dan sekitarnya.
Saat ini tim masih melakukan penyisiran dan pendataan warga Banten yang masih tercecer di berbagai daerah di Papua yang terdampak kerusuhan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Banten yang juga Ketua Tim Kemanusiaan Provinsi Banten E Kusmayadi mengatakan, posko dibuka untuk mempermudah proses evakuasi dan pendataan kepulangan mereka ke Banten.
Kata dia, pendataan sementara sudah ada 16 jiwa yang terdiri dari enam kepala keluarga (KK) dari Kabupaten Serang dan Kota Serang. “Kita akan terus lakukan pemantauan di beberapa posko pengungsian untuk mencari pengungsi orang Banten,” kata Kusmayadi di lokasi.
Dari informasi awal yang dikumpulkan, ucap Kumasyadi, tim juga mendapatkan laporan ada enam jiwa lagi orang Banten yang berada di Wamena. Orang tersebut sedang dievakuasi untuk dibawa ke posko di Sentani.
Tim kemanusiaan Banten di lapangan dibantu aparat keamanan setempat. “Alhamdulillah pengungsi dari Banten dalam keadaan sehat dan tidak ada yang jadi korban luka-luka apalagi sampai meninggal,” kata Kusmayadi.
Dari data yang terkumpul, warga Banten tersebut mayoritas berprofesi sebagai pedagang bubur dan guru. Kata Kusmayadi, tim rencananya akan melakukan penyisiran sampai Senin (7/10) mendatang. “Kepulangan situasional, sambil mengumpulkan yang lain,” ujarnya. (Ken Supriyono)








