ASTRA Tol Tangerang-Merak kembali melakukan revitalisasi akses gerbang tol Serang Timur. Mengusung Tema #Ayo Bangkit Ihktiar Untuk Negeri, kali ini ASTRA Tol Tangerang-Merak menyulap akses Serang Timur menjadi Area yang terbuka hijau yang diperuntukan untuk kegiatan publik.
Selama ini lahan di areal seluas 25.000 meter persegi sepanjang 1,4 km yang terbentang dari terowongan Kaligandu hingga pos polisi Serang Timur tersebut ditumbuhi pepohonan dengan dibatasi pagar besi, dan memfungsikannya hanya sebagai ruang terbuka hijau. Namun sejak April lalu, pepohonan tersebut mulai ditata dan sebagian pagarnya dibongkar.
Konsepnya, ujar Rury Purwantoko, Kepala Departemen Pengembangan Bisnis dan Penciptaan Nilai PT Marga Mandalasakti, tetap sebagai sebuah kawasan ruang terbuka hijau, dengan melakukan pembersihan terhadap tanaman liar dan juga merapikan pohon-pohon yang sudah ada. Di samping itu, penataan lansekap melalui penanaman rumput serta beberapa tanaman baru seperti tanaman hias dan tanaman buah langka (pranaraksa) maupun tanaman batang keras lainnya.
“Di areal itu kami membangun fasilitas publik berupa jogging track. Untuk melengkapi itu kami juga membangun area komersial untuk mendukung ekonomi masyarakat. Keterlibatan pengusaha lokal seperti UMKM dan Binaan ASTRA Tol Tangerang-Merak atau pelaku usaha lainnya yang memenuhi syarat dapat mengisi area komersial tersebut seperti kedai makanan, minuman, kerajinan atau oleh-oleh dan lainnya,” ungkapnya.
Jogging track itu, lanjut dia, dapat dipergunakan oleh masyarakat sebagai sarana olahraga dan rekreasi setiap akhir pekan. Juga dapat dinikmati oleh pengguna jalan lainnya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Terdapat sarana ibadah dan areal parkir yang cukup memadai untuk sepeda, motor, mobil hingga bus.
Masih kata Rury, Selain sebagai sarana olahraga, presentasi kesenian kreativitas lokal, dan kegiatan ekonomi produktif, juga wadah interaksi sosial melalui silaturahmi keanekaragaman masyarakat Banten yang pluralis dan religius.
Penataan lainnya yang juga dilakukan adalah penataan sarana infrastruktur, seperti pembuatan drainase di beberapa titik dan merelokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS ). Khusus relokasi TPS ini disertai pembuatan perkerasan lantai sebagai alas untuk penempatan kontainer sampah yang dilengkapi dengan atap agar terhindar terkena air hujan sehingga terlihat lebih bersih dan rapi.
Dasar pemikiran dan pertimbangan penataan kawasan tersebut adalah menumbuhkan semangat membangun negeri melalui kontribusi dalam bentuk penyediaan ruang publik yang sehat, ramah, dan produktif (value creation) sesuai dinamika masyarakat Serang dan Banten pada umumnya sehingga menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang memiliki manfaat terhadap fungsi ekologi, estetika, edukasi serta ekonomi.
Dengan konsep sebagaimana diuraikan sebelumnya maka kawasan publik kami beri nama ‘Taman Petak Papat’ Serang yang mengedepankan konsep zona / petak yang bertumbuh. Taman Petak Papat yang berarti juga terdiri dari empat petak zona dari Taman tersebut yang terdiri dari :

Petak 1: Bale Bagja Sarengan, ruang publik yang mengedepankan konsep tempat berkumpul bersilaturahmi untuk mencari kegembiraan dan kebahagiaan (bagja) bersama (sarengan).
Petak 4: Bale Among Rasa, ruang publik tempat mengolah rasa sembari menikmati pemandangan pesawahan yang asri dan gerbang tol Serang Timur, lansekap gapura masuk ke wilayah Serang dan Banten.
Petak 2 & 3: Bale Bentang Pamekar, ruang publik ini akan menghubungkan (pamekar) petak 1 dan 4, sehingga bentangnya akan menjadi pemersatu dinamika masyarakat Serang dan Banten, baik melalui aktivitas olahraga, kesenian, ekonomi produktif, maupun sosial kemasyarakatan lainnya. Saat ini Petak 2 dan 3 belum dilakukan penataan yang menyeluruh, rencananya akan dilakukan pada tahap berikutnya sebagai konsep yang bertumbuh.
“Bulan Agustus direncanakan pekerjaan utama penataan kawasan Taman Petak Papat akan selesai dan dilanjut beberapa pekerjaan minor lainnya. Sementara peresmiannya akan dilakukan pada 4 Oktober 2021 bertepatan dengan hari ulang tahun ke-32 MMS, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Taman Petak Papat akan dibuka lebih awal secara terbatas menyesuaikan terhadap pemberlakukan PPKM,” ungkapnya.
“Kami telah menyampaikan konsep penataaan kawasan Taman Petak Papat kepada Pemerintah Kota Serang ketika beraudiensi dengan Walikota Serang, Asda II dan Kepala Dinas PUPR serta Camat Serang. Mengetahui rencana kami membangun fasilitas publik, Walikota sangat mendukung upaya tersebut karena selaras dengan Rencana Penataan Kota Serang,” ujar Rury.
Dihubungi terpisah, Walikota Serang Syafrudin mengapresiasi pembangunan fasilitas publik oleh PT MMS di sepanjang pinggir jalan Tol Serang Timur ke arah Terowongan Trondol. “Saya atas nama pribadi dan Pemkot Serang mengapresiasi dan berterima kasih atas pembangunan fasilitas publik oleh PT MMS,” katanya.
Kata Syafrudin, fasilitas jogging track yang dibangun bisa menjadi tempat alternatif masyarakat melakukan olahraga. Terlebih tersedia tempat untuk UMKM, dimana bisa mendorong perekonomian masyarakat. “Saya berharap, PT MMS selaku pengelola Jalan Tol terus memberikan kontribusinya bersama dalam menata lingkungan di Kota Serang,” katanya. (*/aas)

