Kata Yanto, cewek-cewek Jakarta itu bakal melakukan berbagai cara asal posisinya di pekerjaan tetap aman. Hal itulah yang ia alami sendiri dan beberapa kali hampir lupa diri.
Mulai dari diajak kencan, makan malam berdua, sampai liburan keluar kota. Semua pernah dialami Yanto, kadang ia bingung sendiri menemukan bagaimana cara untuk menolaknya. “Kadang mereka nelepon, Pak temenin ke pantai yuk, bete nih,” katanya.
Kalau sudah begitu, sangat sulit bagi Yanto menolaknya. Salah satu cara agar ia bisa tetap menjaga diri ialah dengan mengajak karyawan lain yang laki-laki untuk menemani. “Paling separah-parahnya juga cuma mabok bareng kalau ada temennya mah,” aku Yanto.
Di sisi lain, setiap ia pulang ke rumah, istrinya selalu setia menunggu dan sabar merawat anaknya. Yanto selalu merasa berdosa kalau sedang ada di rumah. “Istrinya capek ngerawat anak, saya mah senang-senang sama cewek lain,” ungkapnya.
Sampai suatu hari, Yanto akan dipindahtugaskan di Bandung, ia sebenarnya senang karena di sana bakal naik pangkat lagi. Tapi orangtua dan istri tidak mengizinkan. “Saya akhirnya sadar, di Jakarta aja saya main cewek, apalagi di Bandung,” katanya.
Akhirnya Yanto memutuskan berhenti bekerja dan membuka usaha berjualan buah-buahan. Subhanallah, keren Kang Yanto. (drp/alt)

