Ketua pelaksana lomba panjat tebing Rika Kartikasari mengatakan, pihaknya tidak mengetahui mengenai besaran anggaran untuk para juara karena diurus langsung oleh Dispora Kabupaten Pandeglang. “Hadiah amplop bagi para juara dikasih langsung oleh pihak Dispora bukan dari panitia,” katanya, kemarin.
Rika mengatakan, hanya menjaga agar kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Terkait pemberian hadiah dan nominal rupiah bagi para juara sepenuhnya tanggung jawab dinas dan diserahkan langsung kepada pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pandeglang sebagai panitia pelaksana kegiatan. “Kita mah tinggal nyerahin aja sama yang juara, kita juga nggak tahu berapa isinya untuk masing-masing juara,” katanya.
Kepala Dispora Kabupaten Pandeglang Dadan Saladin mengatakan, pemberian uang hadiah atau pembinaan sudah sesuai anggaran yang telah disusun pihaknya. Namun, besaran anggaran yang diterima itu harus dipotong pajak terlebih dahulu. “Itu kami sesuai anggaran, kan segitu, enggeus sakitu (udah segitu) bae anggaranana. Itu juga udah lumayan diadain,” katanya.
Dadan menerangkan, uang pembinaan untuk juara satu sebesar Rp225 ribu, juara dua Rp175 ribu, dan juara tiga itu Rp100 ribu belum termasuk pemotongan pajak sebesar enam persen. “Tapi untuk juara tiga kan dikasihnya Rp95 ribu, harusnya Rp94 ribu. Ada kelebihan itu seribu, itu dibalikin lagi uang itu ke kami,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Pembibitan dan Prestasi Olahraga Dispora Kabupaten Pandeglang Ahmad Jubaedi mengatakan, sebelumnya tidak pernah diberikan uang pembinaan kepada atlet dari cabang olahraga (cabor) pencak silat, karate, dan panjat tebing. Ia mengaku heran mencuatnya persoalan pemberian uang pembinaan. “Tahun-tahun sebelumnya bahkan tidak pernah ada pembinaan,” katanya.










