Polemik Bupati Cup juga mendapat perhatian Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp) Uday Suhada. Dia secara langsung memberikan uang receh sebesar seribu rupiah dan diberikan kepada Kepala Dispora Kabupaten Pandeglang Dadan Saladin di ruang kerjanya. “Alhamdulillah ada rezeki untuk membantu membayar pajak para atlet. Ini seribu rupiah sengaja saya berikan kepads bapak, mohon diterima,” katanya.
Kepala Dispora Kabupaten Pandeglang Dadan Saladin tidak berbicara banyak dan enggan memberikan komentar terkait persoalan tersebut. “Terima kasih atas perhatiannya, ini menjadi bahan evaluasi kita,” katanya singkat.
IRNA BERIKAN TAMBAHAN HADIAH
Usai memberikan arahan mengumpulkan para pejabat di halaman kantor Setda Kabupaten Pandeglang. Bupati Irna Narulita kemudian mengumpulkan perwakilan pemenang dan memberikan tambahan hadiah kepada para atlet dari saku pribadinya sebesar Rp57 juta.
Meski demikian, Irna mengakui kelalaian yang dibuat oleh Dispora merupakan tanggung jawab dirinya sebagai kepala daerah. Ia memberikan tambahan hadiah untuk seluruh juara di tiga cabor yaitu panjat tebing, pencak silat dan karate sekira Rp57 juta.
“Kalau tidak ada uang gak usah semua cabor digelar, kalo gak punya minta sama Bupati atau cari seponsor. Nggak mungkin cukup uang Rp150 juta untuk tiga cabor dengan 120 hadiah yang harus diberikan, harusnya panitia mempertimbangkan hal tersebut,”katanya.
Irna juga meminta maaf kepada para atlet, masyarakat, dan semua pihak atas mencuatnya persoalan Bupati Cup yang menjadi polemik di khalayak ramai. “Saya minta maaf, ini sangat melukai atlet muda kita, kami akan tambahkan hadiah untuk para juara dan pembina, bendera bisa berkibar karena prestasi di bidang olahraga,” katanya.(dib/alt)











