Keris ini disebutkan luk 13. Dipamerkan setelah dipinjam dari Museum Nasional. Senjata berujung tajam, bermata dua, dan bersarung itu disebutkan menjadi simbol kekuasaan Kesultanan Banten. Semacam tongkat komando lah.
Keris sebagai kekuasaan untuk melegitimasi seorang raja Jawa, bisa dilihat dari material pembuatannya. Secara metalurgi, keris sengaja dibuat menggunakan logam dari bumi dan langit (meteor). Material logam bumi sebagai representasi konsep makrokosmos, sedangkan meteor sebagai konsepsi makrokosmos.
Di situs-situs jual beli online pun, banyak keris yang dijual. Labelnya, keris Banten.
Namun, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Sony Prasetyo belum bisa memastikan bahwa Banten juga mempunyai budaya berupa keris. Meskipun, dia mengakui, BPCB menyimpan banyak benda dan senjata kuno seperti keris.
“Sangat banyak. Semua (keris-red) dari hasil penyerahan masyarakat. Data di kami, belum ada (keris Banten berdasarkan hasil temuan-red),” katanya, Senin (28/2).












