“Padahal ada kami, warga pribumi yang tak jauh dari lokasi pabrik, yang butuh limbah itu untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Iksan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 21 Maret 2022.
Iksan mengaku, hingga hari ini, pihaknya belum dapat akses langsung ke perusahaan untuk bisa membeli limbah tersebut. “Kami enggak minta, kami mau membeli, kalau pun harus dibeli satu truk, kami sanggup,” tegasnya.
Iksan mengungkapkan, produk sendal hasil bumdes selalu habis terjual, dalam sebulan, pihaknya bisa memproduksi puluhan kodi sendal. “Masyarakat kami semangat jualan, ternyata produk sendal kami diminati di pasaran,” tuturnya.
Reporter Daru
Editor Merwanda











