Menurutnya, sosialisasi Metode Irhamna Bil Lughoh Wat Turrots akan terus dilakukan ke sejumlah ponpes lainnya di Banten. “Ada tiga orang Tutor atau pengajar yang kami percayakan untuk mengawal kegiatan sosialisasi ini. Kami berharap metode ini bisa diterima dan menjadi rujukan untuk mempermudah belajar membaca dan memahami kitab kuning,” katanya.
Menurut pria yang disapa Abi oleh para santrinya ini, Metode Irhamna Bil Lughoh Wat Turrots telah diuji oleh doktor-doktor di UIN Banten, dimana para doktor tersebut mengusai berbagai kitab kuning.
“Terbaru yang diuji adalah putra dari Rektor UIN Banten Profesor Wawan. Kebetulan putra beliau, Abdan belajar di Irhamna. Hasilnya mereka kagum dengan keilmuan Abdan,” ujarnya.
Bahkan, katanya lagi, para doktor UIN itu menyatakan bahwa mereka bisa menguasai kitab setelah menimba ilmu di Mesir.
“Program PK yang ada di irhamna yang khusus mempelajari kitab kuning sejatinya merupakan metode pengajaran yang diterapkan di Mesir,” tutupnya.
Reporter/Editor : Ila












