“Makanya kita memilih berdiam diri di dalam rumah. Sambil memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang membenarkan, telah terjadi hujan abu melanda wilayah Kecamatan Sumur.
“Selain sumur wilayah Kecamatan Cimanggu juga sama terjadi hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” katanya.
Girgi mengimbau, kepada masyarakat agar selalu mengenakan masker saat menjalankan aktivitas di luar rumah. Abu vulkanik kalau terhirup banyak dapat menganggu kesehatan tubuh.
“Bisa menyebabkan gangguan hidung tersumbat, batuk, sesak napas dan bronchitis. Oleh karena itu diwajibkan kepada warga untuk memakai masker,” katanya.
Sementara itu, Petugas Pos Pantau GAK Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Deni Mardiono mengatakan , hasil Pos Pantau Pasauran, 23 April 2022, pukul 15.05 menit melaporkan perkembangan terkini Gunung Anak Krakatau.
“Seismograf Pasauran masih merekam erupsi atau letusan terus menerus dengan amplitudo maksimum 55 milimeter, dominan di 50 milimeter. Secara visual dari CCTV, teramati asap kelabu tebal tinggi lebih kurang 500-3000 meter di atas puncak,” katanya.











