PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggaran belanja Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang tahun 2022 minim. Akibat hal itu, persediaan logistik untuk penanganan bencana alam tidak bisa terpenuhi dan tidak akan berjalan maksimal.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, pada tahun 2022 instansinya hanya menerima alokasi anggaran sebesar Rp5,5 miliar. Padahal, kata dia, idealnya alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp14 miliar.
“Kenapa bisa sampai Rp14 miliar. Karena kita bergerak di bidang kebencanaan. Ditambah kita sudah naik kelas menjadi tipe A. Tetapi anggaran kita hanya segitu,” katanya, kemarin.
Rahmat mengatakan, kekurangan anggaran itu berdampak terhadap penanganan bencana alam di Pandeglang. Bahkan, kata dia, selama tahun 2022 pihaknya tidak bisa membeli logistik untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.
“Kita enggak ada logistik karena enggak ada anggaran. Kalaupun ada anggaran Tidak Terduga (TT), bukan ada di ranah kita,” katanya.
Menurut Rahmat, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengenai persoalan tersebut, karena keuangan yang dimiliki Pemkab cukup terbatas. Oleh karena itu, dia berharap agar ke depan kebutuhan anggaran untuk BPBDPK bisa lebih diprioritaskan.
“Semoga nanti ke depan bisa lebih dipertimbangkan lagi, karena memang kita bergerak di kebencanaan dan hal itu tidak bisa dipresiksi,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati mengakui pihaknya tidak bisa mengirim bantuan logistik apabila terjadi bencana. Bahkan, pihaknya sempat meminta bantuan instansi lain agar bantuan logistik bisa segera diberikan kepada korban bencana. “Kita enggak ada anggaran buat beli logistik. Stok di gudang saja sudah habis, makanya kita kadang telat ngasih bantuan logistik,” katanya.
Penulis: Adib
Editor: M Widodo











