Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang melakukan terobosan untuk meningkatkan fungsi petpustakaan. Supaya, daya baca masyarakat dapat meningkat.

Kepala DPKD Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, ia baru dilantik menjadi kepala DPKD beberapa pekan ini. Namun, ia sudah mengagendakan seratus hari kerja pertama.
Pertama yang dilakukan, melakukan konsolidasi di internal DPKD. Konsolidasi ini dilakukan untuk penguatan masing-masing personil. Kemudian juga melakukan pembenahan di lingkungan kantor supaya lebih representatif.
Kemudian pihaknya juga melakukan terobosan supaya fungsi perpustakaan dapat meningkat. Salah satunya dengan menggandeng sejumlah perusahaan industri.
Aber mengatakan, kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak stabil. Sehingga salah satu solusinya yakni dengan melibatkan perusahaan swasta untuk dapat membantu meningkatkan fungsi perpustakaan.
Untuk meningkatkan minat dan daya baca masyarakat pihaknya melakukan program perpustakaan keliling (pusling). Pihaknya menargetkan pusling di 20 titik dengan target 2.000 pembaca. “Sekarang sudah terlaksana 17 titik dengan 1.700 pembaca,” ujarnya.
Namun, dalam pelaksanaannya pihaknya terkendala dengan kondisi mobil pusling yang rusak. Dari lima mobil yang dimiliki, hanya dua yang dalam kondisi baik. Sementara selebihnya perlu perbaikan.
Karena kondisi anggaran yang minim, pihaknya berinisiasi untuk menggandeng perusahaan swasta. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan PT Chargill, PT Marga Mandala Sakti, dan PT Indak Kiat Pulp and Paper (IKPP).
“Mereka sudah respons, yang sudah turun ke kita itu dari Cargill, nanti mobil pusling yang rusak itu akan direparasi baik dari bodinya, mesin, dan lain-lain,” ujarnya.
Sementara untuk perusahaan lainnya, pihaknya berharap dapat membantu untuk kebutuhan yang lain. Salah satunya untuk menambah koleksi buku. “Karena koleksi buku di kita juga masih minim,” ucapnya.
Pihaknya berharap bantuan buku itu sesuai dengan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Artinya, buku yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Seperti di wilayah wisata bukunya tentang pariwisata, di wilayah utara bukunya tentang perikanan,” katanya.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mengoptimalkan perpustaan desa. Sebelum HUT Kabupaten Serang yang jatuh pada 8 Oktober, pihaknya berencana akan me-launching pengukuhan bunda literasi desa, bunda literasi kecamatan, dan duta baca.
Bunda literasi dan duta baca itu diharapkan dapat menggencarkan budaya baca di masyarakat di masing-masing desa dan kecamatan. “Supaya di masing-masing desa juga ada perpustakaan, minimal pojok baca,” ujarnya.
Pihaknya juga berencana akan menelusuri karya-karya Syekh Nawawi Al Bantani. Pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan akademisi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Karya-karya imam besar asal Kecamatan Tanara itu nantinya akan ditempatkan di perpustakaan. Itu juga sejalan dengan rencana pembangunan Islamic Center Syekh Nawawi Al Bantani di Tanara. “Ada 115 karya Syekh Nawawi Al Bantani yang jadi rujukan ulama di dunia, minimal kita dapat salinannya,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga ke depan berencana akan melakukan pengarsipan secara digital. Ini sebagai upaya untuk meminimalisasi kebutuhan kertas dan tempat penyimpanan arsip yang terbatas. “Kalau secara digital kan tidak butuh kertas banyak-banyak, kemudian juga tempat penyimpanan arsip kita juga kan terbatas,” katanya.

Menurut Aber, arsip ini merupakan bagian yang sangat penting bagi pemerintah daerah. Karena akan dibutuhkan jika terjadi suatu persoalan. “Misalkan jika ada gugatan soal aset, kalau kita punya arsipnya maka kita bisa menang di pengadilan, makanya ini harus dilakukan penataan seefektif mungkin,” pungkasnya. (adv)










