PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kawsan wisata kuliner di Gedung Juang Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih sepi. Kurang lengkapnya fasilitas menjadi alasan para pedaganh kaki lima (PKL) malas berjualan di lokasi tersebut.
Rudi, seorang pedagang di kawasan wisata kuliner mengatakan, sejak diresmikan beberapa tahun lalu, kawasan wisata kuliner selalu sepi.
“Sepi setiap harinya. Kecuali pas bulan Ramadan aja ramainya. Enggak lengkap fasilitasnya,” katanya di lokasi tersebut, Selasa (20/9).
Rudi berharap, Pemkab bisa memfasilitasi keluhan para pedagang itu agar lokasi wisata kuliner bisa ramai dan pedagang diuntungkan. “Kalau bisa dilengkapi fasilitasnya, karena kalau dibiarkan selalu sepi, ya kita yang rugi,” katanya.
Dani pedagang lainnya mengatakan, setiap hari dirinya hanya bisa mendapatkan keuntungan Rp50 ribu dari berjualan kopi. Padahal, waktu belum di pindah dari Alun-alun berkah Pandeglang, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp150 ribu per malam. “Sekarangmah sepi, enggak seramai dulu waktu masih di alun-alun,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang Juhanes Waluyo mengatakan, ada beberapa alasan yan menyebabkan kawasan tersebut masih sepi, diantaranya karena masih ada PKL berjualan di alun-alun.
“Kawasan wisata kuliner itu merupakan relokasi PKL alun-alun. Makanya nanti kalau ramai mudah-mudahan bisa ditarik retribusi,” katanya.(*)
Reporter : Adib Fahri
SEPI PENGUNJUNG : Kawasan wisata kuliner gedung juang sepi, Selasa (20/9).(adib)

