Lanjut dia, pada program tersebut, pihaknya akan membuatkan rekening khusus agar ada transparansi dalam pengumpulan infak yang dihimpun.
“Ini sebagai bentuk transparansi kita makanya kita buatkan rekening khusus agar infak yang terkumpul masyarakat bisa mengetahuinya karena kita akan update terus,” katanya.
“Insya Allah infak yang terkumpul ini digunakan untuk kebaikan seperti kegiatan keagamaan, buat anak yatim yang terlantar dan sebagainya,” sambungnya.
Diakuinya, wacana gerakan infak dan sedekah Rp2 ribu perhari tersebut merupakan hasil dari kunjungannya ke Baznas Bengkulu beberapa bulan lalu.
Pasalnya, program Baznas Bengkuludinilai sukses, bahkan dalam perbulannya bisa terkumpul sekitar Rp12 miliar dari gerakan infak dan sedekah.
“Makanya bulan kemarin kita studi banding berkaitan dengan berhasilnya Baznas Bengkulu dengan program infak dan sedekah Rp2 ribu perharinya, dan itu diikuti sekitar 200 ribu orang. Jadi kita belajar agar di Kota Cilegon juga ada hal demikian,” pungkasnya.
Reporter: Raju
Editor : A Lutfi












