CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kadin Kota Cilegon menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat kolaborasi dalam menyambut masuknya investasi ke Kota Cilegon.
Sinergi tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus membuka peluang bagi pengusaha lokal agar turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan sinergi itu dibahas dalam kegiatan diskusi Kadin dan Forkopimda bertajuk Gempuran Investasi yang digelar di Kantor Kadin Kota Cilegon, Sabtu 31 Oktober 2026.
Wakil Ketua Umum Kadin Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi atau akrab disapa Cak Mul menyebut, Kadin ingin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah pengusaha.
“Bagaimana caranya agar Kadin sebagai mitra strategis pemerintah bisa menjalankan fungsinya sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 1987, yakni menjadi fasilitator dan wadah bagi para pengusaha,” ujarnya.
Cak Mul menjelaskan, derasnya investasi yang masuk ke Kota Cilegon perlu disambut dengan kesiapan seluruh pemangku kepentingan.
Kadin ingin memastikan pengusaha lokal memiliki kesempatan untuk terlibat dan mengambil bagian dalam berbagai aktivitas ekonomi yang muncul dari investasi tersebut.
Dia menambahkan, upaya memperkuat sinergi juga menjadi bagian dari komitmen Kadin untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap organisasi.
Menurutnya, koordinasi dengan Forkopimda dan berbagai organisasi profesi menjadi langkah penting dalam membangun kembali citra serta memperkuat soliditas dunia usaha di Kota Cilegon.
Cak Mul berharap, seluruh elemen dunia usaha dapat bersatu menjaga kondusivitas Kota Cilegon.
“Ketika ada investasi masuk ke Cilegon, situasinya harus aman dan nyaman, serta pengusaha lokal bisa ikut terlibat,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon, Syafrudin menyambut baik inisiatif Kadin.
Dia mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah bagaimana investasi yang masuk dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pengusaha lokal.
“Ini digagas oleh Kadin, bagaimana menghadapi investasi di Cilegon agar pengusaha lokal bisa diberdayakan,” ujarnya.
Syafrudin menuturkan, pembahasan tersebut perlu dilanjutkan melalui diskusi bersama untuk merumuskan secara lebih konkret bentuk keterlibatan pengusaha lokal dalam kegiatan investasi.
“Jadi, setiap investasi yang masuk akan ada ekspos dan komunikasi dengan melibatkan stakeholder seperti Kadin,” pungkasnya.
Editor Bayu












