PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hati-hati saat melintasi Jalan Pandeglang-Labuan, tepatnya di ruas Jalan AMD Lintas Timur, karena banyak lubang yang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
Salah satu faktor kerusakan di jalan nasional tersebut diduga karena kendaraan yang melintasinya melebihi tonase. Serta, akibat uruknya kualitas perbaikan di jalan tersebut.
Pantauan RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 9 Januari 2023, pukul 08.00 WIB, sebanyak 36 lubang ditemukan di Jalan AMD Lintas timur, tepatnya di dari lampu merah Kadubanen sampai Objek Wisata Cikole.
Lubang-lubang jalan memiliki diameter dan kedalaman bervariasi.
Sangat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Mereka dapat kehilangan keseimbangan dan terjungkal saat melintasi jalan berlubang.
Apalagi setelah hujan, lubang jalan menjadi jebakan maut karena tidak terlihat akibat tertutup air.
Salah satu warga Pandeglang, Achmad Fauzi, mengatakan bahwa kerusakan jalan sudah diperbaiki beberapa kali.
“Hanya saja, ya begitu baru juga ditambal paling bertahan satu minggu. Jalan kembali berlubang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 9 Januari 2023.
Fauzi menjelaskan, dirinya kurang begitu mengetahui kenapa tambalan jalan mudah rusak.
Bisa karena kendaraan yang melintas melebihi tonase.
“Bisa juga kualitasnya buruk dan pengerjaannya amatiran. Sebab ini sudah berkali-kali ya itu tadi enggak tahan lama,” katanya.
Kalau dari yang ia ketahui, perbaikan jalan hotmiks itu dilaksanakan pas kondisi cuaca sedang hujan. Menjadikan hotmiks mudah mengelupas.
“Akibat kondisi jalan berlubang tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjungkal. Dan menyebabkan pengendara mobil nyaris bertabrakan karena menghindari jalan berlubang,” katanya.
Warga lainnya, Yosef, mengungkapkan, jalan nasional yang dipenuhi lubang bukan hanya di Jalan Pandeglang-Labuan, tetapi juga di Jalan Pandeglang-Lebak.
“Kondisinya parah jalanan dipenuhi banyak lubang berdiameter 30-50 sentimeter dengan kedalaman mencapai 15 sentimeter sehingga membahayakan pengguna jalan,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono

