Fadli mengatakan, minat generasi milenial Kota Tangerang berinvestasi meningkat sebanyak 50 ribu orang saat Covid -19.
” Karena saat ini serba online, jumlah investor dari kalangan milenial di Kota memilih berinvestasi saham,” tambahnya.
Fadli mengatakan, sudut pandang masyarakat mengenai investasi saham harus berubah.
” Pola pikir masyarakat harus diubah. Saham berbeda dengan kripto. Kita jelas beli perusahaannya. Ada devidennya. Itu produk investasi jangka panjang tapi bisa diperjualbelikan,” tambahnya.
Fadli mengatakan, hingga saat ini jumlah investor saham di Banten yang masih minim
berada di Pandeglang. Penyebabnya lantaran kurangnya informasi masyarakat mengenai saham dan ketakutan akan berinvestasi.
“Penyebabnya karena informasinya kurang dan ketakutan untuk berinvestasi,” pungkasnya.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Ahmad Lutfi











