SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Tular Nalar di Kabupaten Serang menutup kegiatan Akademi Digital Lansia (ADL) dan Sekolah Kebangsaan (SK) di Kecamatan Tirtayasa.
Melibatkan 100 Lansia dan Pra-Lansia serta 100 Pelajar sekaligus sebagai pemilih pemula, kegiatan terselenggara di Gedung Guru-PGRI Kecamatan Tirtayasa, Sabtu 4 Maret 2023.
Pemateri utama dalam kegiatan Tular Nalar pada kesempatan ini adalah Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, Andika Hazrumy. Andika menyampaikan agar literasi digital tidak hanya untuk kalangan muda-mudi atau pemilih pemula, tapi juga di kalangan lansia dan pra lansia.
“Teknologi digital tidak ada batas usia tidak hanya untuk kalangan millenial, harus membawa informasi yang valid, benar adanya dan menghindari hoax (informasi bohong), program Tular Nalar yang dilakukan di Kecamatan Tirtayasa dibantu dengan fasilitator, adalah salah cara terhindar dari hoax,” ujarnya.
Andhika Hazrumy menjelaskan, penggunaan teknologi yang dimulai dengan telepon genggam, harus bijaksana dalam menggunakannya, apalagi menjelang Pemilihan Umum dan Pilkada Serentak Tahun 2024 mendatang.
Menurut Andika, penggunaan media sosial harus disertai pengetahuan yang mumpuni, tidak asal menyebarkan informasi jika belum tentu kebenarannya. Andika Hazrumy, juga melakukan dialog dengan fasilitator Tular Nular dari mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka dan beberapa peserta.
Fasilitator langsung diuji kemampuannya oleh Andika, terkait kendala dan tantangan saat menjadi fasilitator untuk peserta lansia.
Diskusi terbuka yang digelar di hadapan peserta kegiatan Akademi Digital Lansia dan Sekolah Kebangsaan dimoderatori oleh Dr. Yoki Yusanto, dosen Magister Ilmu Komunikasi Untirta.
Pada diskusi tersebut, Koordinator Tular Nalar Kab. Serang, Dr. Rd. Nia Kania menyampaikan materi bahwa literasi media adalah pengetahuan tentang bagaimana media bekerja, bagaimana media membangun makna-makna sosial dan bagaimana media berfungsi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kegiatan Tular Nalar di Kecamatan Tirtaya Kabupaten Serang, bertujuan untuk mendidik masyarakat agar mampu mengggunakan media secara cerdas dan kritis.
“Seorang yang melek media kemudian menjadi seseorang yang mampu untuk membaca, memahami, mengevaluasi, menyeleksi dan mengkritik isi dari pesan-pesan media,” ungkap Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Untirta ini.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Serang, Bahrul Ulum turut hadir sebagai salah satu narasumber. Ia mengungkapkan bahwa di era digital saat ini, banyak terjadinya pencurian data pribadi, yang sangat membahayakan masayarakat.
“Saat ini, menggunakan handphone di era digital, sangat rentan dengan pencurian data pribadi, seperti data diri hingga nomor rekening pribadi, yang bisa di hack dan hal tersebut termasuk tindakan cyber crime,” ujarnya.
Bahrul Ulum, mengapresiasi kegiatan Tular Nalar di kampung halamannya, dan berharap program ini terus berlanjut sehingga dapat mercerdasakan masyarakat dari bahaya Hoax dan berbagai fitnah yang kerap tersebar di media sosial atau informasi di media yang tidak jelas kebenarannya.
Sedangkan Vice President Bikers Brotherhood One Percent MC, Banten Chapter, Bobby Lesmana, sebagai organisasi pengguna motor antik di Indonesia, menuturkan bahwa di era media sosial saat ini, banyak narasi di media sosial diciptakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan tertentu dan mendapatkan keuntungan, dan sangat meresahkan warga.
“Informasi sangat merugikan masyarakat jika dibiarkan, pembuat informasi bohong harus dilawan dengan kemampuan literasi media masyarakat, tidak hanya remaja namun juga para lansia,” pungkasnya.
Reporter: Aditya
Editor: Aditya Ramadhan

