Koordinator Kajian Gender pada FISIP Universitas Sutomo Agisthia Lestari mengatakan, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) yang diperingati dan ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 8 Maret 1977.
“Tujuan utama IWD untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia,” katanya.
Menurutnya, Hari Perempuan Internasional diselenggarakan untuk memberi pengakuan terhadap prestasi perempuan di seluruh dunia dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik serta untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender.
“Agar mata dunia menjadi terbuka bahwa kesempatan yang sama saja tidak lagi mencukupi untuk mewujudkan kesetaraan gender,” katanya.
Agistihia Lestari menuturkan, perempuan membutuhkan dukungan global yang secara aktif mempromosikan mereka di seluruh aspek kehidupannya, seperti pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan dan juga kepemimpinan.
“Di saat yang sama, semua pihak diharapkan mendukung penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi, stereotipe, subordinasi, dan beban ganda,” katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara, pada FISIP Universitas Sutomo, Apriyanto mengajak mahasiswa mengakhiri ketidak-adilan gender pada perempuan, untuk mendorong kesetaraan gender.
“Utamanya berani melawan kekerasan dan peduli melindungi perempuan dari kekerasan di lingkungan sekitar termasuk lingkungan kampus untuk perubahan menuju masa depan Indonesia yang lebih maju,” katanya. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri
Editor : Mastur

