PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – PD Pandeglang Berkah Maju bersinergi dengan PLTU Banten 2 Labuan bersinergeri mereduksi 36 persen sampah TPA Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) berstandar SNI.
Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) berstandar SNI ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara untu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Banten 2 Labuan.
Menurut Direktur PD PBM Zaenal Huri, jumlah volume sampah masuk TPA Bangkonol setiap harinya sebanyak 92 ton.
“Dari 92 ton itu sebanyak 36 persen sampah kira reduksi menjadi BBJP. Jadi kita olah sampah yang masuk ke TPA Bangkonol menjadi energi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 18 Agustus 2023.
BBJP hasil olahan sampah dari TPA Bangkonol untuk co firing batu bara bahan bakar PLTU Banten 2 Labuan. Sekarang baru bisa produksi satu ton perhari dan akan ditingkatkan menjadi 3-10 ton perhari.
“Dengan kapasitas satu ton BBJP perhari itu, sudah mampu mereduksi sampah sekitar 36 persen dari total sampah dibuang ke TPA Bangkonol. Jadi perhari puluhan ton sampah kita olah menjadi BBJP,” katanya.
BBJP hasil olahan sampah TPA Bangkonol akan dipasok untuk kebutuhan bahan bakar PLTU Banten 2 Labuan . Setiap satu ton BBJP dihargai berdasarkan kesesuaian kualitas kalorinya dengan batu bara
“Harga batu bara sekaran ini sekira 70 dolar per ton. Tapi untuk harga ke PLTU itu ada subsidi jadi harganya menjadi 40 dolar, dengan kualitas kalori sebesar 4.600 kalori.
“Kalau dirupiahkan jual BBJP sekira Rp450 ribu per ton untuk kalori 3.500. Sedangkan kalau kalori di atas 4000 maka harga itu di angka Rp600 ribu per ton,” katanya.
Kalau misalkan mampu produksi BBJP 3 ton saja per hari itu sudah untung sebetulnya. Tapi untuk keuntungan lebih banyak lagi sehari produksi 5 sampai 10 ton.
“Maka kalau dihitung per tahun kita mampu setoran PAD Rp 1,14 miliar pertahun dari BBJP. Jadi sampah yang kita olah menjadi BBJP memiliki banyak keuntungan selain mengurangi volume sampah tapi juga secara ekonomi bisa menambah PAD,” katanya.
Manager Administrasi PLTU Banten 2 Labuan PGU Donny Ureansyah mengungkapkan, PLTU Banten 2 Labuan PGU (Power Generation Unit) bekerja sama dengan Pemkab Pandeglang.
“Mengubah sampah menjadi energi (BBPJP). Menjadikan sampah bernilai guna serta bermanfaat bagi masyarakat Pandeglang,” katanya.
Sampah dari dari TPA Bangkonol diubah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai campuran batu bara (Co-firing) PLN IP BLB PGU.
“Kemarin sudah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS ) antara PLN IP BLB dengan BUMD PD PBM tentang pemanfaatan hasil pengolahan BBJP untuk Co-Firing PLTU. Pada momentum HUT Republik Indonesia Ke-78 di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Donny mengungkapkan, PLN Indonesia Power juga dianugerahi penghargaan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita. Atas partisipasi dan dukungan terhadap Pemkab Pandeglang, dalam menyukseskan program pemanfaatan limbah organik menjadi BBJP.
“Tahap awal ada sekitar 40 ton BBJP dari TPA Bangkonol dikirimkan ke PLTU Banten 2 Labuan. Untuk uji bakar dilakukan untuk evaluasi dan analisis efek pemakaian BBJP terhadap keamanan mesin PLTU,” katanya.
Dari analisis dan evaluasi uji bakar, jika hasilnya bagus maka akan dilakukan produksi massal.
“Agar setiap hari bisa dilakukan produksi dan pengiriman BBJP ke PLTU Labuan. Dengan adanya program ini, diharapkan menjadi solusi permasalahan sampah, yang sebelumnya menjadi masalah kini menjadi berkah dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











