LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat mulai Januari hingga awal Desember 2023 terdapat lima kejadian bencana yakni longsor, angin puting beliung, pergerakan tanah, gempa bumi dan banjir.
Dampak bencana tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi korban. Dari banyaknya bencana tersebut, BPBD Lebak mencatat banyak kerugian sepanjang 2023.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, bencana-bencana tersebut sangat mengejutkan. Tren bencana cenderung meningkat terutama bencana pergerakan tanah yang sejak tahun 2020 hingga saat ini peningkatannya cukup signifikan.
“Secara total, ada 1.220 kejadian di Kabupaten Lebak ini baru periode 31 November 2023. Ada sekitar 800 rumah yang terdampak,” kata Febby saat berada di kantornya, Rabu, 6 Desember 2023.
Febby menjelaskan, kerugian telah mencapai angka Rp 200 miliar. Angka tersebut, merupakan kerugian dan kerusakan yang telah dikalkulasikan mulai dari dampak bencana bagi masyarakat, akses jalan dan lain sebagainya.
“Ada peningkatan kerugian dibandingkan tahun 2021 dan 2022 yang sekitar Rp150an (miliar),” jelasnya.
Diterangkannya saat ini pihaknya akan menganalisa hal apa yang mengakibatkan peningkatan dalam kerugian tersebut.
“Cukup mengejutkan, itu data baru hingga November. Desember baru mulai, diperkirakan ada bencana juga yang biasanya ada bencana,” terangnya.
Diketahui tahun 2023, bencana di Lebak yakni pergerakan tanah dan longsor, bencana tersebut dominan terjadi dari 2020 hingga 2023.
Febby menyebutkan saat ini Kabupaten Lebak menurut BNPB dari data risiko bencana, berada di ranking 200 se-Indonesia. Faktor risiko tersebutlah yang tidak bisa diintervensi.
“Faktor bahaya inilah yang kita waspadai. Karena semua jenis bencana ada di Lebak kecuali Letusan Gunung Berapi,” pungkasnya.
Editor : Merwanda

