SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempunyai beberapa kader yang potensial untuk dimajukan pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten. Seperti Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi dan Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno.
Bahkan, dalam survei terakhir yang dilakukan oleh lembaga Pandawa Research, nama kedua mantan Kepala Daerah ini turut muncul. Nama Ade Sumardi muncul sebagai bakal calon wakil Gubernur Banten untuk mendampingi Airin Rachmi Diany.
Sementara, Rano Karno muncul sebagai bakal Calon Gubernur Banten yang elektabilitasnya bersaing dengan politikus Golkar Airin Rachmi Diany dan Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim.
LO Pilakda Provinsi Banten dan Banda Aceh PDIP, Bonnie Triyatna mengatakan, PDIP merupakan partai kaderisasi yang rapih dan tertib perihal proses pengkaderannya. Makanya, PDIP pada Pilkada Banten ini mempunyai kader yang surplus untuk menjadi calon kepala daerah (Cakada)
Perihal, Ade Sumardi atau Rano Karno, Bonnie mengatakan, DPP sudah memberikan surat tugas kepada Ade Sumardi untuk menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Banten.
“Kemarin demikian, jadi kalau surat tugas itu penugasan dari DPP kepada kader terbaik untuk melakukan beberapa hal sebelum turun surat rekomendasi,” kata Bonnie kepada Radar Banten, Sabtu 22 Juni 2024.
Tentang isu duet dengan Airin Rachmi Diany, Bonnie membuka potensi itu. Katanya, baik Airin dan Ade Sumardi merupakan kader terbaik yang dimiliki Golkar maupun PDIP.
“Sebuah kerjasama bisa terjadi kalau memang bagus untuk warga banten, bu Airin itu kader terbaiknya Golkar yang pernah jadi Walikota Tangerang Selatan, dan pa Ade pernah jadi Wakil Bupati Lebak yang sama-sama dua periode. Jadi kalau kita lihat dalam kacamata luas, keduanya adalah putra putri terbaik yang harus kita dukung,” katanya.
Sementara perihal Rano Karno, Bonnie menerangkan, walaupun Rano Karno masuk dalam kandidat dalam survei, namun hal itu belum bisa menjadi tolak ukur utama dalam mengusungnya di Pilgub Banten ini.
“Kita harus menilai dengan metode ilmial, harus logis dan rasional karena ini untuk keperluan publik. Tidak boleh dengan perasaan,” ungkapnya.
Lebih jauhnya, Bonnie mengaku sudah diberikan penugasan oleh DPP untuk mengawal kemenangan para kader yang jadi Cakada di Pilkada Banten dan Banda Aceh.
“Saya diberikan tugaa untuk mendampingi cakada dari partai PDIP untuk mensukseskan mengawal pemenangan Pilkada. Kemenangan partai, bukan person,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, PDIP harus bisa memilih dengan cermat salah satu opsi itu baik itu mengusung Rano Karno maupun CLBK dengan Golkar.
Katanya, peluang CLBK antara Golkar dan PDIP juga terbuka lebar, sebab menurut survei Pandawa itu, Airin cocok untuk berpasangan dengan Ketua DPD PDIP Banten yaitu Ade Sumardi dengan dukungan mencapai 60.8-62.8 persen.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya seperti Rano Karno – Arief R Wismansyah yang hanya 28.4-31.1 persen saja. Dan Wahidin Halim – Achmad Dimyati Natakusumah yang hanya 18.1 persen saja.
“Jika tidak mengusung Rano Karno, PDIP berpeluang besar berkoalisi dengan Golkar dalam tanda kutip berkoalisi dengan Airin,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











