• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang serang

Hadirkan Narasumber Dari Jepang, Kemenlu Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Pendidikan di Banten 

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Jumat, 25 Oktober 2024 07:54
in serang
0
Hadirkan Narasumber Dari Jepang, Kemenlu Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Pendidikan di Banten 
0
SHARES
67
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID  – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana melalui Pendidikan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Kamis 24 Oktober 2024.

Dalam acara FGD itu, Kemenlu menghadirkan narasumber langsung dari Negara Jepang yakni Mr. Yoshito Kikumori dari JICA Expert, Disaster Risk Reduction Policy Advisor. Yoshito yang didampingi oleh penerjemahnya mengisi materi Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana melalui Pendidikan. Ia saling berdiskusi dengan peserta yang hadir perihal kesiapsiagaan bencana di dunia pendidikan. 

Perwakilan Kemenlu RI, Gayatri Marisca  mengatakan, FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan terkait pendidikan di Banten akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana melalui pendidikan sejak dini.

“FGD ini merupakan bagian dari kunjungan lapangan kami, yang mana kami ingin membangun keterikatan antara Kemenlu dengan Pemerintah Daerah. Yang tentunya, kita juga harus tau masalah yang ada di Indonesia,” kata Gayatri.

Pihaknya menyadari jika Banten merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sangat rentan terhadap berbagai bencana alam. Bahkan, berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Banten 2022-2026, terdapat 14 jenis bencana dengan tingkat risiko tinggi hingga sedang, termasuk gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, dan tsunami. Kondisi ini menjadikan Banten salah satu daerah dengan risiko bencana paling signifikan di Indonesia.

“Ini alasan kami kunjungan lapangan dan memilih Provinsi Banten, apalagi Banten ini dekat dengan Ibu Kota Jakarta, jadi kalau Banten aman maka Jakarta aman,” ucapnya.

Dikatakannya, pihaknya sengaja menghadirkan narasumber yang merupakan seorang ahli langsung dari Jepang. Sebab, pihaknya menilai, Jepang telah memiliki sistem ketahanan bencana yang cukup baik, dengan harapan sistem yang sama dapat diterapkan di Indonesia khususnya Banten.

“Narasumber tadi menjelaskan tentang ketahanan bencana di Jepang terutama dari segi pendidikannya, karena disana anak-anak dari sebelum Sekolah Dasar (SD) pun itu sudah diajarkan itu tentang mitigasi. Dan ini bagus untuk kita tiru,” ungkapnya.

Dirinya berharap FGD ini dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan stakeholder terkaitnya dengan adanya langkah konkret guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana melalui pendidikan. 

“Mungkin kedepannya kita bisa mengundang dari pihak BPBD Banten untuk bisa melihat langsung di Jepang, bagaimana persiapannya, tapi memang tuh jangka panjang kami harapkan Kemlu bisa terus mendorong itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, BPBD Banten telah mengusulkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk dilakukan di tingkat sekolah. Selain itu, guna meningkatkan penanggulangan di dunia pendidikan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi mitigasi bencana ke sekolah-sekolah yang ada di Banten.

“Kita juga sosialisasi ke pendidikan anak usia dini, kita beri pelatihan, kemudian penayangan tentang standar operasional, yang tentu sesuai dengan kemampuan anak,” pungkasnya.

Editor: Bayu Mulyana

Tags: BPBD Bantendunia pendidikanJepangKemenluKementerian Luar NegeriKepala BPBD BantenMitigasi bencanaNana SuryanapendidikanSPAB
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jawara Banten Lomba Media Pembelajaran, Ajang Asah Wawasan dan Kreativitas 

Next Post

Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi, Personel Polda Banten Ikuti Pembinaan

Next Post
Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi, Personel Polda Banten Ikuti Pembinaan

Cegah Paham Radikalisme dan Intoleransi, Personel Polda Banten Ikuti Pembinaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pendiri Kota Serang Ingatkan Makna Madani Jangan Jadi Sekat Pembangunan

by Nahrul Muhilmi
Senin, 10 Agustus 2026 18:11
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tokoh pendiri Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengingatkan agar istilah Madani yang melekat dalam identitas Kota Serang...

Jelang Seleksi Sekda Cilegon, Dana Sujaksani Mengaku Tidak Ada Persiapan Khusus

by Adam Fadillah
Senin, 10 Agustus 2026 17:25
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Cilegon, Dana Sujaksani, mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.