SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Warga Kampung Mandaya, Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bernama Romli berusia 54 tahun harus tinggal di gedung Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Bahkan, mereka sudah tinggal di bangunan tersebut selama kurang lebih 10 bulan karena rumah yang sebelumnya mereka tempati ambruk akibat diterjang angin kencang.
Romli yang sejatinya merupakan ketua RT 11 RW 03, Kampung Mandaya, itu pun tak bisa berbuat banyak lantaran tidak memiliki biaya untuk membangun kembali rumahnya yang ambruk. “Ga ada biaya, karena pekerjaan serabutan, kadang kerja di bangunan kalau ada yang nyuruh. Kalau ga ada ya nganggur,” katanya saat ditemui di rumahnya, Minggu 22 Desember 2024.
Al hasil, ia bersama sang istri Surtini, satu orang anak dan satu orang cucu harus tinggal berdesakan di gudang Pamsimas yang hanya berukuran 3×3 meter persegi, yang lokasinya tak jauh dari rumahnya dulu. “Ada empat orang yang tinggal di sini. saya, istri, anak dan cucu. Ga ada tempat lain selain ini,” ujarnya.
Romli pun menceritakan keseharian mereka tinggal di gedung Pamsimas. Ia menuturkan kondisi di dalam gedung sangat panas ketika musim kemarau karena tidak adanya jendela dan ventilasi udara. Sementara, ketika musim hujan seperti saat ini, banyak titik yang bocor sehingga membuat air masuk ke dalam rumah.
“Paling sedih pas hujan, ga bisa tidur karena banyak yang bocor, jadi kalau musim hujan kaya gini basah di dalam, bahkan kasur juga pada basah,” ujarnya.
Romli mengaku, sejak awal kejadian rumahnya ambruk, pihaknya sudah mengajukan bantuan ke pihak Desa Mandaya. Namun, bantuan yang baru tiba berupa sembako dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang. Sementara untuk bantuan perbaikan rumah, belum ada kejelasan.
“Waktu itu langsung diminta foto rumah, KK, KTP untuk pengajuan Rutilahu, namun sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa. Pengajuan sejak pertama roboh,” ujarnya.
Romli berharap, agar pemerintah Kabupaten Serang bisa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah sehingga ia beserta dengan keluarganya bisa kembali menempati rumah lamanya. “Semoga pemerintah mau membantu saya sehingga saya tidak terus-menerus begini. Sudah 10 bulan begini,” ungkapnya.
Editor: Bayu Mulyana

