PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, berhasil menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 93.000.000 selama tahun 2024.
BUMDes Bandung telah mengelola 15 divisi usaha yang turut berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Desa (PADes) yang tercatat sebesar Rp 93.000.000 pada tahun 2024 diperoleh dari dua sumber utama.
Pertama, ada kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan peternakan ayam broiler di wilayah Desa Bandung.
Kedua, berasal dari bagi hasil antara Pemerintah Desa (Pemdes) Bandung dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Untuk BUMDes di Desa Bandung, kami memiliki beberapa divisi usaha. Beberapa yang sudah berjalan adalah usaha anyaman pandan, jaringan internet, pengolahan kopi Puhu, lembaga keuangan mikro, dan sarana produksi pertanian yang bekerja sama dengan kelompok tani,” ungkap Wahyu, Kamis, 9 Januari 2025.
“Selain itu, kami juga menyediakan layanan jasa perbankan, termasuk sistem pembayaran BPJS, dan ada juga Desa Wisata Bukit Sinyonya,” tambahnya.
Dikatakannya, PADes sebesar Rp 93.000.000 pada tahun 2024 belum memenuhi target awal yang ditetapkan sebesar Rp 120.000.000.
Untuk tahun 2025, target PADes diturunkan menjadi Rp 100.000.000, mengingat hanya delapan dari 15 divisi usaha BUMDes yang beroperasi.
“Insya Allah di tahun 2025 ini targetnya bisa tercapai dengan baik. Tapi kami enggak muluk-muluk, targetnya Rp 100 juta PADes,” katanya.
Wahyu menjelaskan, pencapaian target PADes memerlukan dukungan strategi digital marketing yang lebih kuat agar potensi desa lebih dikenal luas.
“Kita enggak cuma spekulasi, tapi digital marketing itu penting. Tanpa digital marketing, siapa yang tahu tentang produk kita? Contohnya seperti desa wisata,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa meski BUMDes bersifat profit oriented, prinsip utama pengelolaannya tetap dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
“Hasilnya kami kembalikan lagi ke masyarakat. Jangan selalu berpikir apa yang telah desa berikan kepada kita, tapi juga apa yang bisa kita berikan untuk desa kita,” tambah Wahyu.
PADes Bandung, lanjut Wahyu, dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk berbagai keperluan, seperti santunan duka, operasional penunjang sarana kesehatan termasuk penggunaan ambulans desa, pendidikan anak usia dini gratis, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Desa Bandung akan memberikan penyertaan modal kepada BUMDes Bandung pada tahun ini.
“Penyertaan modal desa untuk BUMDes tahun ini akan dialokasikan sebesar Rp 52.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan aset BUMDes,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











